Polri Sebut Ada Hoaks Mahasiswa Peserta Demonstrasi Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 24/09/2019 17:05 WIB
Polri Sebut Ada Hoaks Mahasiswa Peserta Demonstrasi Meninggal Ilustrasi demonstrasi mahasiswa. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan terdapat penyebaran hoaks atau berita bohong tentang mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Bogor pada Jumat (20/9) lalu.

Hoaks yang beredar adalah foto seorang pemuda yang tewas. Keterangan foto, pria tersebut mengalami penganiayaan oleh aparat kepolisian.

Dedi mengatakan keterangan gambar tersebut adalah berita bohong. Gambar tersebut merupakan satu peristiwa yang terjadi di Nusa Tenggara Barat.


Pria yang diketahui bernama ZA dan merupakan pelanggar lalu lintas. ZA pun dipukuli oleh oknum kepolisian dan berujung tewas.


Namun oknum kepolisian itu telah ditindak oleh Propam Polda NTB.

"Yang memviralkan demo Bogor ada korban meninggal dunia akibat dipukul oleh polisi, itu padahal berita hoaks. Yang kejadian itu ada kejadian masyarakat di NTB, pelanggar lalu lintas yang ada oknum anggota kepolisian melakukan tindakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan itu sudah ditindak oleh Propam Polda NTB secara tegas oknum kejadian tersebut," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (24/9).

Dedi menjelaskan saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim dan Polda Jawa Barat sedang menyelidiki penyebar hoaks tersebut. "Karena sama-sama jangan terprovokasi, apalagi oleh sebaran-sebaran berita hoaks. Contoh kejadian di Bogor, sebar berita hoaks ini sedang didalami oleh jajaran siber Polda Jabar," tuturnya.

Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Pakuan di sekitar Terminal Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat berakhir ricuh pada Jumat (20/9). Bahkan beredar video yang kemudian viral, puluhan polisi mengepung dan memukuli mahasiswa yang melakukan demonstrasi menolak pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh pemerintah dan DPR.

[Gambas:Video CNN]

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bogor Komisaris Besar Hendri Fiuser membantah bahwa pemukulan tersebut dilakukan dengan sengaja.

Menurut Hendri, kericuhan muncul setelah mahasiswa membubarkan diri dan mencoba menutup akses jalan tol dari Jakarta menuju Bogor.

"Saat pulang kami kawal, nah di situ muncul masalah karena mahasiswa berusaha menutup jalan tol dari Jakarta menuju Bogor, ke arah Terminal Baranangsiang," kata Hendri kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (21/9).

(gst/agt)