Mahasiswa Pedemo DPR Dioperasi karena Pendarahan di Kepala

CNN Indonesia | Rabu, 25/09/2019 11:21 WIB
RS Pelni mengatakan mahasiswa Universitas Al Azhar yang ikut berunjuk rasa di DPR, Faisal Amir (21) dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tak sadar. Kerusuhan pecah saat demo mahasiswa di DPR kemarin. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah Sakit Pelni mengatakan mahasiswa jurusan hukum Universitas Al Azhar yang ikut dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR, Faisal Amir (21), menjalani operasi evakuasi pendarahan di kepalanya.

"Operasi yang dilaksanakan [terhadap] pasien adalah evakuasi pendarahan di kepala," kata Direktur Rumah sakit Pelni Dewi Fankhuningdyah, di Jakarta, Rabu (25/9).

Sebelumnya, kakak dari Faisal, Rahmat, mengatakan adiknya harus menjalani operasi di bagian kepala dan bahu kanan setelah dirawat di RS Pelni sejak Selasa (24/9) malam.


"Kalau kata dokter, tengkorak kepalanya retak, ada pendarahan di otak karena dipukul benda yang keras. Bahu kanannya juga patah kalau kata dokter," kata Rahmat saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (25/9).

Dewi melanjutkan bahwa Faisal tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Selasa (24/9) pukul 19.00 WIB dengan diantar teman dan petugas.

"Ditemukan tidak sadarkan diri. Tim kami melakukan asistensi. Hasil pemeriksaan dilakukan operasi ditemukan pendarahan di kepala dan patah di bahu kanan," ungkap dia.

RS Pelni sendiri belum mengetahui penyebab luka Faisal tersebut. "Kami belum dapat menentukan secara pasti," aku Dewi.

Sejauh ini, lanjutnya, Faisal masih dirawat di ruang ICU dan dipantau 24 jam. Dewi juga menyebut kondisinya baik dan tak memerlukan tindakan invasif lainnya meski terbilang masih kritis.

"Pasien progres baik. Masih kritis. Masih di ICU," ujarnya.

Di tempat yang sama, Komisioner Komnas HAM Amiruddin mengatakan kondisi Faisal membaik. Pihaknya pun menanti korban untuk bisa memberi keterangan soal apa yang sebenarnya terjadi.

"Kami dari Komnas HAM ingin memstikan kondisi riil Faisal karena saat ini beredar di WhatsApp Group ada informasi tidak benar," ujar dia.

Diketahui, di media sosial beredar bahwa Faisal merupakan korban meninggal dalam demo mahasiswa kemarin.

[Gambas:Video CNN] (jps/arh)