Tak Ada Rencana Aksi, Ratusan Polisi Tetap Siaga di DPR

CNN Indonesia | Kamis, 26/09/2019 11:17 WIB
Tak Ada Rencana Aksi, Ratusan Polisi Tetap Siaga di DPR Ratusan polisi tetap disiagakan di Kompleks Gedung DPR/MPR meski tidak ada kelompok yang berencana menggelar aksi unjuk rasa (CNN Indonesiaa/ Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan personel kepolisian tampak disiagakan di dalam dan sekitar Kompleks Gedung DPR/MPR, Jakarta hari ini Kamis (26/9) meski tidak ada surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa yang diterima Polda Metro Jaya.

"Hari ini untuk demo di DPR yang masuk atau izin Polda Metro belum ada," ucap petugas polisi di lokasi.

Pantauan CNNIndonesia.com, petugas disiagakan di kawasan DPR/MPR sejak pukul 09.00 WIB. Korps Brimob berjajar rapi di bawah fly over Senayan menuju Semanggi.


Beberapa personel kepolisian juga sibuk mengatur lalu lintas, sebab Jalan Gatot Subroto depan Gedung DPR/MPR menuju Slipi-Grogol ditutup. Semua pengendara dialihkan menuju Senayan melalui Jalan Gerbang Pemuda.

Selain di luar gedung, di area dalam Kompleks Gedung DPR/MPR juga terlihat personel Polisi dan TNI disiagakan. Mereka duduk-duduk melepas penat setelah selama tiga hari terakhir disibukkan dengan rutinitas demo yang berujung ricuh.

Menurut salah satu petugas, kepolisian tetap berjaga mengantisipasi massa dalam jumlah besar. Menurutnya, meski tak ada surat pemberitahuan aksi yang masuk ke Polda Metro, Kepolisian tetap harus siaga bilamana ada yang tiba-tiba datang ke DPR untuk menggelar aksi dadakan.
Personel kepolisian juga disiagakan di bawah fly over Jalan Gatot Subroto  yang dekat dengan Kompleks Gedung DPR/MPRPersonel kepolisian juga disiagakan di bawah fly over Jalan Gatot Subroto yang dekat dengan Kompleks Gedung DPR/MPR (CNN Indonesiaa/ Rayhand Purnama)
Sejauh ini, situasi di depan DPR masih kondusif. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sudah membersihkan sampah sisa-sisa unjuk rasa kemarin.

Namun sisa-sisa puing bekas aksi lempar batu antara massa dengan petugas masih berserakan di pinggir jalan. Begitu juga dengan sisa-sisa benda yang dibakar massa.

Di sepanjang jalan, tembok-tembok diwarnai dengan coretan cat semprot. Kalimat yang dituliskan mengandung umpatan kepada DPR dan Kepolisian.
Beberapa bagian pagar dan tembok juga terlihat hancur.

Sejumlah pagar dan tembok juga hancur karena unjuk rasa yang berlangsung beberapa hari kemarin itu.

Kerusuhan kembali pecah pada Rabu (25/9) hingga dini hari. Kali ini bentrok terjadi antara massa pelajar dengan polisi yang berjaga Kompleks Gedung DPR/MPR.

Belum diketahui pasti berapa jumlah korban akibat rusuh tersebut.

Sejauh ini, Kepolisian sudah menangkap sekitar 570 pelajar yang ikut serta dalam kerusuhan. Mereka semua dikumpulkan di Polda Metro Jaya.

Kepolisian juga mengamankan sekitar 200 orang yang hendak menuju Gedung DPR/MPR.
[Gambas:Video CNN] (ryh/bmw)