Dua Polisi Luka Saat Ricuh di Depan DPRD Sultra

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 04:48 WIB
Dua Polisi Luka Saat Ricuh di Depan DPRD Sultra Ilustrasi. (CNN Indonesia/Nurika Manan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua anggota kepolisian mengalami luka lebam dan bocor pada bagian kepala pada saat peristiwa ricuh aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis (26/9).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt mengatakan kedua anggota itu adalah seorang Kasat Intel Polres Kendari alami luka lebam yang diduga dipukuli pendemo. Sementara itu seorang anggota Sabhara alami bocor di kepala akibat terkena lemparan batu.

"Satu luka lebam, satu bocor di kepala," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (26/9).

Sementara itu kericuhan juga mengakibatkan seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randi meninggal dunia. Randy diduga menjadi korban tembak tetapi penyelidikan masih dilakukan.


Selain Randy, terdapat Yusuf yang juga mahasiswa Halu Oleo yang masih kritis hingga saat ini. Yusuf kritis diduga alami luka berat di bagian kepala.

Selanjutnya terdapat korban luka di kaki dan korban sesak napas.

Selain itu terdapat kerusakan akibat kericuhan tersebut seperti Gedung DPRD rusak akibat lemparan batu, kantin DPRD dan pos lantas ludes terbakar, serta sejumlah sepeda motor terbakar.

Aksi mahasiswa tersebut berlangsung sekitar pukul 11.00 WITA dengan dihadiri oleh kurang lebih dua ribu massa. Ketua DPRD Sultra juga sempat menemui massa.

Namun aksi yang awalnya damai itu pun kemudian menjadi ricuh.

Adapun korban tewas bernama Randi merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo yang mengikuti aksi mahasiswa di Kendari menolak pengesahan RKUHP dan RUU kontroversial lain, serta batalkan revisi UU KPK.

Polda Sulawesi Tenggara pun membentuk tim gabungan untuk mengusut tewasnya Randi. Hal itu sebagai solusi atas penolakan autopsi keluarga Randi.
[Gambas:Video CNN] (gst/agr)