SAFEnet: Sempat Ada Pemblokiran Suarapapua.com di Telkomsel

CNN Indonesia | Rabu, 02/10/2019 13:34 WIB
SAFEnet: Sempat Ada Pemblokiran Suarapapua.com di Telkomsel Sejumlah aktivis sempat mempertanyakan situs media siber Suarapapua.com tak bisa diakses setidaknya sejak kemarin siang lewat ponsel dengan jaringan Telkomsel. (Istockphoto/ PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Situs media siber Suarapapua.com sempat tak bisa diakses setidaknya sejak kemarin siang lewat ponsel dengan jaringan Telkomsel. Namun berdasarkan pantauan, akses ke situs berita yang berbasis di Abepura, Papua itu akhirnya dapat kembali diakses melalui operator Telkomsel sekitar pukul 09.30 WIB.

Sebelumnya pada pagi hari, CNNINdonesia.com sempat mencoba mengakses laman tersebut namun gagal menggunakan jaringan Telkomsel. Hasil berbeda saat situs tersebut diakses oleh operator lain seperti XL, 3, Smartfren, dan Indosat Ooredoo. Situs tersebut dapat diakses lancar menggunakan kartu selain Telkomsel. Pun begitu ketika diakses lewat jaringan internet di komputer meja.

Keanehan tersebut digaungkan sejumlah pegiat kebebasan berekspresi lewat Twitter di antaranya Dandhy Laksono dan Asep Komarudin. Bukan hanya itu, Pemimpin Redaksi Suarapapua.com Arnoldus Belau pun mengabarkan keganjilan tersebut lewat akun twiter pribadinya, dan meminta warganet untuk melakukan tangkapan layar saat berupaya mengaksesnya kemarin.



Koordinator SAFEnet, Damar Juniarto, meyakini ada indikasi pemblokiran sepihak atas situs Suarapapua.com tersebut. Indikasi itu, kata dia, diyakini pihaknya setelah melakukan analisis menggunakan aplikasi OONI Probe.

"Aplikasi itu dikembangkan untuk mengukur sensor internet dan bentuk intervensi jaringan lainnya, positif diketahui ada pemblokiran di jaringan Telkomsel," kata Damar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (2/10).

Damar menerangkan pihaknya sudah melakukan tes melalui jaringan Telkomsel, baik Simpati maupun HALO namun tidak terbuka. Situs itu hanya bisa diakses jika terinstalasi aplikasi VPN atau menggunakan peramban yang memang sudah memiliki semi VPN.

"Soal blokir sendiri ya di Indonesia ini kan masih abu-abu siapa yang bisa melakukan. Di luar pemerintah, swasta dalam hal ini operator bisa melakukan pemblokiran. Belum jelas, siapa yang memberikan perintah blokir situs berita ini. Alasannya apa kita belum tahu. atau itu perintah dari kominfo. Kita sudah coba klarifikasi langsung, dan jawabannya masih belum tahu," tutur Damar.

Jika memang sengaja diblokir, sambung Damar, perlu diketahui maksud dan tujuannya. Menurutnya dugaan pemblokiran yang hanya dilakukan pada jaringan Telkomsel itu tak akan berpengaruh untuk membatasi informasi dari Suarapapua.com kepada pembaca terutama di wilayah lain Indonesia, karena bervariasinya jaringan yang digunakan.

Namun, kata Damar, hal berbeda jika tujuan pemblokiran itu menargetkan masyarakat di Papua. Ia mengatakan mayoritas masyarakat Papua adalah pengguna Telkomsel.

Damar mengatakan situs Suarapapua.com belakangan menjadi banyak dikunjungi selain tabloidjubi.com untuk mencari informasi seputar kondisi Papua terkini.

Sehingga menurut Damar dari dua fenomena ini bisa saja diidentifikasi untuk siapa pemblokiran ini dan apa tujuan pemblokiran ini dilakukan.

"Apakah motifnya ingin warga Papua tidak bisa mengakses suarapapua, karena memang situs itu yang paling dikunjungi belakangan ini untuk mencari informasi seputar apa yang terjadi di sana," jelas Damar.

"Kalau itu yang terjadi, artinya memang itu kepentingannya menghalang-halangi masyarakat Papua untuk mendapatkan informasi," sambungnya.

Damar menegaskan jika terbukti ada dugaan pemblokiran untuk menghalang-halangi masyarakat mendapat informasi, Dewan Pers harus turun tangan.

"Dewan pers harus memberikan perhatian dan memberikan mediasi agar melakukan uji, konten di mana yang dianggap melanggar. Kedua adalah hak masyarakat memperoleh informasi dan itu diatur dalam undang-undang dasar kita, juga di Duham [deklarasi universal HAM]," katanya.

Damar menerangkan pemblokiran pun pernah dialami Suarapapua.com pada 2016 silam, di mana SAFEnet turut melakukan advokasi atasnya.



Secara terpisah, pegiat kebebasan berekspresi Asep Komarudin mengutarakan hal yang sama. Namun, sambung Asep, kala itu Dewan Pers yang masih diketuai Yosep Adi Prasetyo alias Stanley menegaskan Suarapapua.com adalah media massa online.

"Modelnya hampir sama dengan 2016 tempo hari. Dan, 2016 itu memang diakui kominfo telah melakukan pemblokiran. Kalau memang [sekarang] ini diblokir, salah cara, salah langkah karena Suarapapua itu website berita, news portal. Waktu itu Pak Stanley menyatakan Suara Papua adalah media online sehingga tak boleh diblokir, kalau pun ada persoalan harus menggunakan mekanisme pengaduan pers," ujar mantan pegiat LBH Pers itu saat dihubungi, Rabu (2/10) pagi.

Pada pagi tadi, pihak Telkomsel belum memberikan penjelasan gamblang terkait situs pembatasan akses terhadap Suarapapua.com. "Kami cek dulu ya," ujar GM External Corporate Communication Telkomsel, Aldin Hasyim saat diklarifikasi CNNIndonesia.com pada pagi tadi.

Kemudian, setelah bisa diakses kembali, Aldin mengirimkan pernyataan pers.

"Beberapa waktu lalu telah terjadi ketidakstabilan koneksi ke server suarapapua.com pasca pembukaan akses internet di Papua dan juga pada server website lainnya. Adapun kondisi saat ini sudah kembali stabil dan sudah bisa diakses kembali menggunakan jaringan Telkomsel. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," demikian ujar Aldin pada Rabu siang.

[Gambas:Video CNN]
Suarapapua.com merupakan media online yang diterbitkan Perkumpulan Suara Papua dan berkantor di Abepura, Papua. Pada laman Tentang Kami, tertera daftar nama dewan redaksi Suarapapua.com dari mulai Dewan Pengawas, Penanggung Jawab, Pemimpin Redaksi, Redaktur, hingga Koresponden.

Mereka pun mencantumkan tanda terdaftar sebagai sebuah badan lewat Akta Notaris dan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor: AHU-00239.60.10.2014.

(ctr,age/kid)