"Kurang lebih ada sekitar 3.000 masyarakat dievakuasi dari Wamena ke Jayapura," kata Dedi.
Titik-titik penampungan yang dipakai untuk mengungsi di Jayapura antara lain adalah gedung Mapolres, Komando Distrik Militer, dan beberapa rumah ibadah setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi terkini di Wamena, Dedi mengatakan aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan. Polisi juga telah menyampaikan imbauan kepada para pengungsi mengenai jaminan keamanan dari TNI, Polri dan kepala suku di Wamena.
Terpisah Kepala Bakesbangpol Jawa Timur Jonathan Judianto menyebut ada 100 warga Jatim yang akan pulang ke kampung halamannya menyusul rusuh di Wamena. Mereka bertolak dari Sentani, Papua, hari ini dan mendarat di Bandara Abdul Rachman Saleh, Kabupaten Malang Rabu (2/10) menggunakan pesawat Hercules.
"100 orang hari ini berangkat dari Sentani, turun ke Abdul Rachman Saleh. Bilangnya warga Jatim, tapi nanti kita cek lagi saat mendarat," ucap Jonathan.
"Karena ini sudah SOP dari Panglima TNI kepada Danlanud Abdul Rachman Saleh bahwa mereka mempunyai tugas untuk melakukan evakuasi," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Terkait kondisi pengungsi, Khofifah mengatakan dirinya saat ini masih fokus untuk pemulihan kondisi psikologis akibat trauma kerusuhan.
Pemulangan warga Jatim ini tercatat sudah dua kali. Sebelumnya, sebanyak 40 orang warga Jawa Timur yang selamat dari kerusuhan di Wamena tiba di Surabaya, Minggu (29/9). (frd/fey/wis)