Dia mengatakan Bamsoet adalah sahabatnya sehingga perebutan kursi Ketua MPR dapat selesai lewat jalur musyawarah.
"Enggak apa-apa Bamsoet itu sahabat saya, sekarang Ketua DPR, berarti ingin jadi Ketua MPR lagi dong. Kalau saya Wakil Ketua MPR baru 1,5 tahun. Nanti mudah-mudahan Bamsoet mengalah untuk konsensus, 'Gerindra saja'," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Termasuk, saat ditanya apakah PDIP mendukung Gerindra untuk menduduki kursi Ketua MPR periode mendatang.
"Saya kira ini negara besar harus dikelola bersama-sama dari eksponen dan kekuatan politik yang juga memiliki kontribusi terhadap demokrasi, terhadap proses bernegara. Saya kira juga kebersamaan itu juga harus jadi cita-cita," kata Muzani.
Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Menurutnya, upaya mewujudkan rekonsiliasi nasional juga akan mendapatkan titik awal yang baik bila Muzani menjabat Ketua MPR.
"Muzani untuk menggambarkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa pasca Pilpres yang banyak menguras energi lahir dan batin, kini telah tiba masa di mana semua pihak membina kolaborasi politik tanpa meninggalkan check and balances," ujar Riza.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan partainya belum menentukan pilihan terkait sosok yang akan menduduki jabatan Ketua MPR. Dia mengatakan PKB masih menggodok nama-nama siapa bakal calon Ketua MPR.
"Digodok sore ini. Belum," ucapnya.
Walaupun begitu, Jazilul mengakui komunikasi yang lebih intens terkait Ketua MPR dilakukan PKB terhadap Golkar. Ia mengatakan hal tersebut wajar karena Golkar merupakan partai politik yang sama-sama berada di barisan koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)