Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo menjelaskan tiga orang yang sebelumnya didata meninggal dunia itu dikarenakan sakit, bukan akibat gempa bumi.
"Tiga orang (yang berkurang) itu karena, memang meninggal, tapi diidentifikasi sakitnya sebelum gempa. Dari (penilaian) dokter meninggal karena sakit," ujar Agus kepada CNNIndonesia.com di Kantornya, Jakarta, Rabu (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kabupaten Maluku Tengah status tanggap darurat dimulai dari 27 September 2019 - 10 Oktober 2019.
[Gambas:Video CNN]
"BNPB juga melakukan pendampingan kepada Provinsi Maluku, Pemkab Maluku Tengah, Pemkot Ambon dan Pemkab Seram Bagian Barat," tambah dia.
Agus melanjutkan total tenda pengungsi yang dirikan mencapai 15 unit. BNPB, terang Agus, juga mengucurkan dana siap pakai senilai Rp1 miliar.
Agus mengungkapkan sejumlah masyarakat sudah berangsur kembali ke tempat tinggalnya setelah sebelumnya mengungsi ke bukit. Kata dia, hoaks yang bersebaran mengenai gempa susulan membuat mereka lebih memilih tinggal di bukit.
"Hoaksnya tinggi menyebar dari WhatsApp, sms, membuat masyarakat panik semua. 'O ini ada gempa-gempa, padahal informasinya dari mana, enggak tahu," tutur Agus.