Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan selain proyektil yang telah menewaskan Randi, uji balistik juga akan dilakukan terhadap peluru yang menembus paha kaki seorang ibu hamil di sekitar lokasi unjuk rasa.
"Proyektil yang menyebabkan Randi meninggal dunia dan yang menembus satu ibu hamil, untuk kepastian maka proyektil akan diuji ke Belanda dan Australia. Ini upaya kita untuk menguji secara profesional siapa pelakunya," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10).
Asep menyatakan uji balistik dilakukan hingga ke Belanda dan Australia karena alat laboratorium yang dimiliki dua negara tersebut sudah canggih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Asep mengatakan enam anggota kepolisian yang masih diperiksa karena melanggar SOP pengamanan unjuk rasa belum terkait dengan peristiwa tewasnya Randi. Hingga kini, tim belum menyimpulkan keenam orang tersebut berkaitan dengan tewasnya Randi.
"Kemudian pelanggaran SOP yang kita jadikan persangkaan utama kepada enam orang anggota karena jelas tidak melaksanakan instruksi pimpinan terkait larangan membawa senpi pada pengamanan aksi unras. Kemudian bagaimana hasil pengecekan dan sebagainya nanti tim yang akan sampaikan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Korban penembakan bukan hanya mengenai peserta unjukrasa tetapi juga seorang ibu hamil enam bulan yang sedang tertidur lelap di rumahnya Jln Syeh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Kamis (26/9) sekitar pukul 16:00 Wita.
Identifikasi sementara disebutkan bahwa peluru yang diangkat dari betis ibu hamil berkaliber 9 milimeter.