Uji Balistik Peluru yang Tewaskan Randi Dilakukan di Belanda

CNN Indonesia | Senin, 07/10/2019 17:27 WIB
Uji Balistik Peluru yang Tewaskan Randi Dilakukan di Belanda Olah TKP kematian mahasiswa Kendari. (ANTARA FOTO/TimInafis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian telah menemukan proyektil peluru yang menewaskan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi (21) saat demonstrasi mahasiswa di Kendari. Peluru itu akan dikirim ke Belanda dan Australia untuk melalui uji balistik.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan selain proyektil yang telah menewaskan Randi, uji balistik juga akan dilakukan terhadap peluru yang menembus paha kaki seorang ibu hamil di sekitar lokasi unjuk rasa.

"Proyektil yang menyebabkan Randi meninggal dunia dan yang menembus satu ibu hamil, untuk kepastian maka proyektil akan diuji ke Belanda dan Australia. Ini upaya kita untuk menguji secara profesional siapa pelakunya," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

Asep menyatakan uji balistik dilakukan hingga ke Belanda dan Australia karena alat laboratorium yang dimiliki dua negara tersebut sudah canggih.


"Proyektil urgensinya apa, tentunya kita berharap bahwa teknologi secara laboratoris akan mendapatkan hasil yang konkret dan nyata. Ini kan proyektil kita dapat di sekitaran korban, jadi ini yang kita masih harus terus dalami," tuturnya.

Sementara itu, Asep mengatakan enam anggota kepolisian yang masih diperiksa karena melanggar SOP pengamanan unjuk rasa belum terkait dengan peristiwa tewasnya Randi. Hingga kini, tim belum menyimpulkan keenam orang tersebut berkaitan dengan tewasnya Randi.

"Kemudian pelanggaran SOP yang kita jadikan persangkaan utama kepada enam orang anggota karena jelas tidak melaksanakan instruksi pimpinan terkait larangan membawa senpi pada pengamanan aksi unras. Kemudian bagaimana hasil pengecekan dan sebagainya nanti tim yang akan sampaikan," tuturnya.

Selain Randi, mahasiswa UHO lainnya yakni Muh Yusuf Kardawi (19) juga tewas dalam aksi demo mahasiswa menolak pengesahan RKUHP di depan DPRD Sultra pada 26 September lalu. Randi tewas karena tembakan peluru, sementara Kardawi yang sempat kritis kehilangan nyawa akibat luka disebabkan benda tumpul.
[Gambas:Video CNN]

Korban penembakan bukan hanya mengenai peserta unjukrasa tetapi juga seorang ibu hamil enam bulan yang sedang tertidur lelap di rumahnya Jln Syeh Yusuf, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari Kamis (26/9) sekitar pukul 16:00 Wita.

Identifikasi sementara disebutkan bahwa peluru yang diangkat dari betis ibu hamil berkaliber 9 milimeter.
(gst/gil)