Koordinator umum aksi #SurabayaMenggugat Zamzam Syahara mengatakan pembatalan itu lantaran pihaknya masih melakukan konsolidasi ulang dengan sejumlah elemen, setelah dialog mahasiswa dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (8/10) kemarin batal terlaksana.
"Hari ini dibatalkan karena peristiwa kemarin. Kita akan konsolidasi ulang dengan beberapa elemen dulu," kata Zamzam saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada yang menilai mahasiswa tidak beradab, saya balik, kita mana mungkin makan sedangkan tuan rumah belum datang," kata Zamzam.
"Kita bisa membuktikan, bahwa idealisme mahasiswa masih terjaga. Kita tidak bisa dibeli oleh jamuan makan," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Kendati demikian, Zamzam mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menunggu dialog dengan gubernur dijadwalkan ulang. Namun, ia menegaskan pertemuan itu digelar dengan konsep audiensi, bukan jamuan makan.
"Kita akan tetap menunggu menemui Bu Khofifah, kita mewajibkan dialog, tetapi tidak dengan jamuan makan," ujar dia.
Terkait rencana unjuk rasa, Zamzam memperkirakan aksi #SurabayaMenggugat jilid II akan digelar pada pekan depan.
"Jika meski sudah bertemu Bu Khofifah tapi hasilnya tak ada tindak lanjut dari pemerintah pusat, kami akan lakukan aksi lagi. Saat ini masih kami konsolidasikan dengan beberapa elemen," kata Zamzam.
Dalam aksi itu, pihaknya akan menuntut beberapa hal, di antaranya adalah menolak revisi UU KPK. Mendesak Presiden agar menerbitkan Perppu KPK. Menolak sejumlah RUU bermasalah, seperti RKUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan
Mendesak DPR RI agar segera mengesahkan RUU PKS.
Mereka juga menuntut pemerintah untuk menyelesaikan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menolak dwifungsi aparat. terakhir, mendesak pemerintah untuk melakukan dialog dan menyelesaikan kasus HAM yang terjadi di Papua. (frd/osc)