Enam Gempa Guncang Ambon, Dua Warga Tertimpa Puing

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 15:51 WIB
Enam Gempa Guncang Ambon, Dua Warga Tertimpa Puing Sejumlah warga dirawat di dalam tenda darurat di RSUD Haulussy akibat gempa di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/ (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sedikitnya dua warga di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Maluku, mengalami luka berat dan ringan akibat terkena reruntuhan gedung saat terjadi gempa bumi di daerah Maluku, pada Kamis (10/10).

"Saya dalam perjalanan menuju Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Halong untuk mengecek situasinya karena ada satu korban yang dievakuasi ke sana," kata Kapolsek Baguala, AKP Thomy Siahaya, dikutip dari Antara.

Korban yang terkena reruntuhan bangunan adalah bernama Rido Maitimu sementara berada di dalam gereja dan seorang siswa SMP yang merupakan anak dari pemilik toko Buyung Hoki di Passo.


Siswa SMP Kalam Kudus Ambon ini meloncat dari lantai dua bangunan toko akibat panik ketika terjadi guncangan gempa, kemudian tertimpa material bangunan yang roboh.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut terjadi enam kali gempa bumi di Maluku sejak pagi hingga pukul 15.00 WIB.


Pertama, gempa dengan magnitudo 5,2 pada pukul 11.39.44 WIB. Pusat gempa berada di darat 14 Km timur laut Ambon dengan kedalaman 10 Km. Gempa ini dirasakan kencang oleh warga Ambon dengan skala MMI V.

Pada pukul 11.42.25 WIB, gempa dengan magnitudi 4,2 kembali terjadi di daerah itu. Pusat gempa berada di darat 9 km Utara Ambon, dengan kedalaman 10 Km.


Sekitar 8 menit kemudian, yakni pukul 11.50.34 WIB, gempa kembali terjadi dengan magnitudo 3,6. Pusatnya berada di 18 Km Timur Laut Ambon dengan kedalaman 10 Km. Gempa ini dirasakan dengan skala MMI III di Ambon.

Setelah itu, ada gempa dengan magnitudo 3,8 pada pukul 12.27.18 WIB dengan pusat gempa di darat 18 km timur laut Ambon pada kedalaman 10 Km.

Menyusul kemudian gempa dengan magnitudo Mag 3,3 pada 13.02.37 WIB dengan pusat di darat 18 Km timur laut Ambon pada kedalaman 10 Km; serta gempa dengan magnitudo 3,0 pada pukul 13.51.38 WIB, dengan pusat gempa 19 Km di utara Ambon pada kedalaman 10 KM.

Kapolsek menyebut rangkaian gempa itu membuat sederetan rumah toko di kawasan Paso mengalami kerusakan.

"Belum diketahui pasti apakah ada yang meninggal dunia atau tidak, tetapi ada korban luka seorang siswa SMP Kalam Kudus Ambon atau pemilik toko, kami masih mengecek kondisi korban di RS," jelas Kapolsek.


Akibat gempa bumi beruntun sejak pagi hingga menjelang sore hari ini, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan.

Perkantoran, hotel, sekolah, pusat perbelanjaan dan kantor layanan publik lainnya langsung tutup total karena semua orang pulang atau mencari dan menjemput anggota keluarga mereka. Sejauh ini juga belum diketahui berapa warga yang terluka dalam kejadian gempa bumi tektonik beruntun tersebut.

(Antara/arh)