Ngabalin Sebut Wiranto Sudah Sadar Usai Dirawat di RSPAD

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 16:23 WIB
Ngabalin Sebut Wiranto Sudah Sadar Usai Dirawat di RSPAD Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan Menkopolhukam Wiranto sudah sadar seusai mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Ngabalin menyampaikan Wiranto saat ini masih berada di Instalasi Gawat Darurat. Namun kondisinya membaik.

"Minta didoakan, baik saja. Prinsipnya baik, beliau sadar. Insyaallah tidak terlalu mengkhawatirkan," kata Ngabalin kepada wartawan usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10).


Meski sudah sadar, kata Ngabalin, Wiranto belum begitu pulih. Sebab ia belum merespons komunikasi dari orang lain. Ngabalin juga meminta semua pihak untuk mendoakan kesehatan Wiranto.

"Kita doakan tidak ada yang mengkhawatirkan dari kondisi Pak Wiranto," kata dia.

Sebelumnya, Wiranto mendapat serangan dari orang tidal dikenal saat meresmikan gedung baru UNMA Banten. Wiranto mendapatkan luka tusukan di perut dan sempat dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang.

Setelah itu ia dilarikan ke RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, guna mendapat penanganan lebih lanjut. Wiranto diboyong menggunakan helikopter.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun segera menjenguk melihat keadaan Wiranto setelah berada di RSPAD Gatot Soebroto tersebut.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, Jokowi tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Ia yang mengenakan kemeja lengan panjang warna putih langsung masuk ke Paviliun Kartika RSPAD.

Jokowi turut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Mereka berdua masuk tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Wiranto dibawa masuk sekitar pukul 14.45 WIB. Namun rombongan masuk lewat jalur khusus dari arah Kwitang, Jakarta Pusat.

[Gambas:Video CNN]

Rombongan Wiranto disambut pihak rumah sakit dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

"Kami percayakan kepada kepolisian dalam tempo sesingkatnya mengungkap. Ini tidak mungkin dendam orang per orang pasti ada bagian-bagian yang harus diusut dan saya kira percaya kepolisian untuk mengungkap," kata Tjahjo.

Polisi menangkap dua orang yang diduga menusuk Wiranto. Penyerang merupakan pasangan suami istri. Polisi menyebut keduanya terpapar ISIS. Hingga kini, polisi masih menyelidiki motif penyerangan.

(dhf)