"Karena ditambahkan dari kanal yang terbongkar itu kan, jadi ini memang lagi dihitung-hitung kapasitas [pemukiman]-nya. Kan bagaimana pun juga tanah itu tidak terlalu besar, ada kapasitas tampungnya. Kalau terlalu besar nanti jadi kumuh lagi," ucapnya saat dikonfirmasi, Kamis (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin ruang terbuka itu bisa di gunakan juga untuk anak-anak," ungkapnya.
"[Rumah lapis] Jadi ventilasi silang, ruang bermainnya cukup," tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai membangun sejumlah perumahan di kampung Aquarium, Jakarta Utara pada 2020 mendatang. Selain pemukiman, akan ada situs wisata yang akan dibangun.
Kampung Aquarium dikenal sebagai salah satu kawasan perkampungan kumuh di pesisir Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat membatalkan kebijakan penggusuran kampung yang sempat digusur di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
(ani/arh)