Densus 88 di Semua Wilayah Bergerak Usai Penusukan Wiranto

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 15:31 WIB
Densus 88 di Semua Wilayah Bergerak Usai Penusukan Wiranto Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyatakan Detasemen Khusus 88 Antiteror di semua wilayah saat ini sedang bergerak pascapenusukan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Menes, Pandeglang, Banten.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dua terduga pelaku penusukan, SA dan FD terkait dengan jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee.

Sejumlah anggota jaringan ini menurut Dedi sudah ditangkap di beberapa daerah.


"Kemarin Densus 88 melakukan preventive strike di tiga wilayah: Bandung tersangka WB, barang bukti cukup banyak, kemudian yang di Manado (tersangka) atas nama CS. Bali ada dua orang atas nama NK dan JA," kata Dedi di Mabes Polri.

Di Bali, dua tersangka yang ditangkap bahkan tengah mempersiapkan aksi teror atau amaliah.

Densus 88 saat ini menurut Dedi masih mendalami kasus-kasus tersebut. Densus 88 juga terus mengejar otak di balik kelompok-kelompok teror tersebut.

"Densus 88 di seluruh wilayah sekarang sedang bergerak, upaya-upaya secara maksimal agar tidak terjadi serangan terorisme," katanya.

Dedi mengatakan tindakan tersebut dilakukan agar kegiatan nasional yang akan dihelat beberapa pekan ke depan tidak terganggu.

Dedi tak mengatakan detail perihal kegiatan nasional tersebut. Namun pada 20 Oktober mendatang akan dilantik pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

Kemarin Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan penusukan Wiranto itu memang terkait dengan agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

"Kami sudah mendeteksi menjelang pelantikan memang ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita tingkatkan kewaspadaan kita," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto saat membesuk Wiranto.

Meski BIN telah mendeteksi, namun kata BG, aparat kesulitan melacak kepastian rencana aksi. Sebab JAD bergerak dalam bentuk sel-sel kecil.

Terkait pelaku, SA, BIN menurut Budi memantaunya selama tiga bulan terakhir. SA menurutnya kerap berpindah-pindah dari mulai Kediri, Bogor, sebelum akhirnya ke Menes, tempat ia menusuk Wiranto.
[Gambas:Video CNN]




(fey/sur)