Melansir kantor berita Antara, acara Muslim United mulai berlangsung pada hari ini, Jumat (11/10). Panggung dan sejumlah tenda sudah berdiri sejak Jumat pagi.
Para peserta juga tampak memadati halaman masjid milik Keraton itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan yang punya rumah, kan tidak mengizinkan. Ya itu kan urusan polisi. Kalau saya kan hanya itu. Selama aman dan sebagainya kan itu urusan polisi," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/10).
Beberapa agenda akan dilaksanakan selama tiga hari meliputi Muslim Expo, Tabligh Akbar, Social Activity, Food Festival, Muslim Community Gathering dan Kids Corner.
Putri Keempat Sultan Hamengku Buwono X, yakni GKR Hayu juga menegaskan bahwa pihaknya menolak permintaan panitia Muslim United menggunakan Masjid Gedhe.
"Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sampai sekarang masih berpegang pada 2 surat Penghageng yg dikirim kepada panitia acara," tutur GKR Hayu melalui akun twitter @GKRHayu.
"Tidak ada 'katanya boleh', atau "sudah rembugan dengan Kraton'. Kagungan Dalem Masjid Gedhe adalah kagungan Keraton, bukan kagungan panitia," lanjutnya.
Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin dari penyelenggara Muslim United.
[Gambas:Twitter] (antara/bmw)