Keraton Yogya Tak Izinkan, Muslim United Tetap Digelar

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 21:35 WIB
Keraton Yogya Tak Izinkan, Muslim United Tetap Digelar Tak diizinkan Keraton Yogyakarta, acara Muslim United tetap digelar di Masjid Gedhe Kauman(Istockphoto/uskarp)
Jakarta, CNN Indonesia -- Acara Muslim United: Sedulur Saklawase tetap digelar oleh Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) di Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Jumat, meski tak memperoleh izin dari Raja Keraton Ngayogyakarta Sultan Hamengku Buwono X. Rangkaian acara berlangsung pada 11-13 Oktober.

Melansir kantor berita Antara, acara Muslim United mulai berlangsung pada hari ini, Jumat (11/10). Panggung dan sejumlah tenda sudah berdiri sejak Jumat pagi.

Para peserta juga tampak memadati halaman masjid milik Keraton itu.


Sultan Hamengku Buwono X tidak mau bicara banyak. Dia menegaskan bahwa Masjid Gedhe Kauman berada di wilayah Keraton. Karenanya, jika masih ada pihak yang menggelar acara meski tak diberi izin, selanjutnya pihak kepolisian yang akan bertindak.

"Kita kan yang punya rumah, kan tidak mengizinkan. Ya itu kan urusan polisi. Kalau saya kan hanya itu. Selama aman dan sebagainya kan itu urusan polisi," kata Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (11/10).

Acara Muslim United yang direncanakan digelar pada 11-13 Oktober 2019 itu bakal menghadirkan beberapa ustaz. Di antaranya Abdul Somad, Hanan Attaki, Lutfi Basori, Adi Hidayat, Bachtiar Nasir, hingga Felix Siauw.

Beberapa agenda akan dilaksanakan selama tiga hari meliputi Muslim Expo, Tabligh Akbar, Social Activity, Food Festival, Muslim Community Gathering dan Kids Corner.
Pada 28 September lalu, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Condrokirono telah mengeluarkan surat. Isinya, pihak Keraton belum mengizinkan peminjaman sejumlah tempat milik Keraton meliputi Masjid Gedhe Kauman, Ndalem Pangulon, dan Alun-alun Utara untuk kegiatan Muslim United.

Putri Keempat Sultan Hamengku Buwono X, yakni GKR Hayu juga menegaskan bahwa pihaknya menolak permintaan panitia Muslim United menggunakan Masjid Gedhe.

"Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sampai sekarang masih berpegang pada 2 surat Penghageng yg dikirim kepada panitia acara," tutur GKR Hayu melalui akun twitter @GKRHayu.

"Tidak ada 'katanya boleh', atau "sudah rembugan dengan Kraton'. Kagungan Dalem Masjid Gedhe adalah kagungan Keraton, bukan kagungan panitia," lanjutnya.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan atau permohonan izin dari penyelenggara Muslim United.
(Antara/bmw)