Prabowo Minta Pimpinan MPR Tidak Oligarki

CNN Indonesia | Jumat, 11/10/2019 22:33 WIB
Prabowo Minta Pimpinan MPR Tidak Oligarki Foto: CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, meminta pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2019-2024 agar rukun, tapi tidak menerapkan oligarki.

"Harmonis, kerukunan jangan sampai jadi oligarki," kata Prabowo usai menerima kedatangan pimpinan MPR di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (11/10).
Prabowo mengatakan bahwa seluruh elite politik di Indonesia harus bersatu demi kepentingan bangsa dan rakyat.

Ia pun meminta pimpinan MPR yang saat ini berjumlah 10 orang berlomba untuk membela kepentingn rakyat.


"Itu harapan saya. Mereka adalah putra putri terbaik bangsa, mereka mewakili dan membela rakyat," ucap Prabowo.
Lebih dari itu, Prabowo mengaku merasa dihormati dengan kedatangan pimpinan MPR untuk mengirimkan undangan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019 mendatang.

"Saya merasa sangat dihormati kedatangan pimpinan MPR, termasuk mereka undang saya tanggal 20 (Oktober) pelantikan. Saya katakan akan hadir, wajib hadir sebagai warga negara untuk hormati sistem politik, hormati sistem konstitusi kita, menghormati negara kita," katanya.

Di kesempatan yang sama, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, mengucapkan terima kasih kepada Prabowo karena telah menerima kedatangan pihaknya dengan baik.

[Gambas:Video CNN]
Menurutnya, dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam sejak pukul 19.10 WIB, Prabowo banyak memberikan masukan yang bersifat kenegarawanan tentang nilai persatuan dan upaya membangun bangsa di hari mendatang.

"(Prabowo) memberikan contoh bahwa ada saatnya kita berkontestasi dan ada saatnya kita bersatu untuk kepentingan yang lebih luas lagi bagi bangsa ini," kata sosok yang akrab diaapa Bamsoet itu. (has/has)