Yang pertama, terduga teroris berinisial YF, di Desa Bojong Wetan, Kabupaten Cirebon. Dia terindikasi sebagai bagian jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Densus, lanjutnya, juga telah menggeledah rumah terduga teroris YF dan menemukan cairan kimia serta barang bukti lainnya.
"Dari rumah terduga teroris YF, ada sejumlah barang bukti di antaranya cairan kimia, anak panah, busur panah, benda diduga senjata rakitan, senapan angin, buku-buku dan lainnya," kata Suhermanto.
Dari hasil pengembangan sementara, terduga pelaku yang saat ini sudah diamankan merupakan bagian dari jaringan JAD Cirebon.
"Terduga teroris yang ditangkap ini jaringan JAD," ujarnya.
"Kami belum tahu apakah ada hubungan dengan kejadian penusukan terhadap Menko Polhukam atau tidak, karena semua ditangani Densus," katanya.
Selain di Kabupaten Cirebon, Densus 88 Anti Teror juga menangkap seorang terduga teroris berinisial B di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, di hari yang sama.
(antara/arh)