Kabut Asap Sangat Tebal, Pemkot Jambi Liburkan Sekolah 4 Hari

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 08:00 WIB
Kabut Asap Sangat Tebal, Pemkot Jambi Liburkan Sekolah 4 Hari Petugas SAR Direktorat Sabhara Polda Jambi memadamkan kebakaran lahan gambut milik salah satu perusahaan di Puding, Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi, Rabu (11/9). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Kota Jambi semakin pekat, sehingga pemerintah kota tersebut kembali mengambil kebijakan meliburkan sekolah PAUD dan Taman Kanak-kanak, negeri dan swasta sederajat di kota itu, Selasa (15/10).

Seperti dilansir Antara, pemkot mengambil kebijakan itu kemarin setelah melihat perkembangan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi. Kemarin, kondisi kualitas udara dalam 24 jam terakhir berada di atas baku mutu, berfluktuasi dari kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya.

Juru Bicara Kota Jambi Abu Bakar mengatakan kebijakan tersebut diambil dengan memperhatikan kondisi udara sebagaimana amanat maklumat Wali Kota Jambi nomor 180/179 /HKU/2019 tentang antisipasi dampak kabut asap.


Akibatnya pemerintah kota itu meliburkan siswa PAUD dan TK selama empat hari, mulai dari tanggal 15-18 Oktober 2019.

Sementara, untuk siswa SD dan SMP negeri dan swasta sederajat pada hari Selasa-Rabu, 15-16 Oktober 2019 tetap masuk sekolah namun jam masuk sekolah di undur menjadi pukul 08.30 WIB.

Selain itu kegiatan olahraga dan kegiatan lainnya di luar sekolah, untuk sementara waktu ditiadakan.

"Sebagai pencegahan dini dampak kabut asap maka kepada siswa, guru dan karyawan Tata Usaha (TU) sekolah diimbau menggunakan masker selama perjalanan dan beraktifitas di sekolah," katanya

Selama kabut asap menyelimuti kota itu, pihak sekolah diminta aktif melakukan pemantauan kondisi udara melalui data realtime AQMS/ DLHD Kota Jambi, milik Dinas Pendidikan dan Humas Pemerintah melalui saluran-saluran komunikasi, seperti sambungan telepon, pesan singkat whatsapp, media sosial maupun media massa.

Kemarin petang, hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada status tidak sehat akibat asap karhutla di Jambi.

Hasil pantauan pengukuran ISPU menggunakan alat pengukur kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) yang ada di Kota Baru, Jambi, pada Senin pukul 17:05 WIB nilai konsentrasi parameter partikulat PM 10 yang menunjukkan kualitas udara Kota Jambi pada sore tidak sehat bahkan awan sampai menguning kembali

Iqbal (21) salah satu Warga Kota Jambi yang hendak pulang kerja sangat terkejut melihat suasana pada sore hari berwarna kuning dan ditambah dengan kabut asap yang sangat pekat.

"Ketika saya keluar dari kantor ingin pulang ke rumah, terkejut melihat suasana dan kondisi wilayah Kota Baru, Kota Jambi, yang kembali diselimuti kabut asap tebal hingga membuat awan menguning dan situasi itu lebih terparah dibandingkan dua hari kemarin," kata Iqbal kemarin.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan pada beberapa hari terakhir ini kabut asap yang ada di kota pada saat ini berasal dari Sumatera Selatan yaitu daerah Bayung Lencir yang mengalami karhutla.

"Setelah saya konfirmasi ternyata titik panas kabut asap pada saat ini bukan berada di Provinsi Jambi melainkan dari Sumatera Selatan yang memang kalau malam, angin ke arah Kota Jambi yang berdekatan dengan Bayung Lencir," kata Fasha.

Selain di Jambi, penebalan kembali asap akibat karhutla juga terpantau terjadi di Palembang, Solok Selatan, dan Padang.

(Antara/kid)