Kualitas Udara Jambi Kembali Buruk pada Minggu Pagi

CNN Indonesia | Minggu, 13/10/2019 10:18 WIB
Kualitas Udara Jambi Kembali Buruk pada Minggu Pagi Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jambi kembali diselimuti kabut asap pekat pada Minggu (13/10) selama dua hari terakhir sebagai dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menggunakan alat pengukur kualitas udara Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Sabtu (12/10) pukul 06.30 WIB nilai konsentrasi parameter partikulat PM 2.5 sampai 630, di atas baku mutu. Dengan kata lain, kualiatas udara menunjukkan berbahaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi mengatakan titik panas yang terdeteksi di Provinsi jambi berada di sisi tenggara dan timur. Sementara arah angin dari timur tenggara membaut asap karhutla menyelimuti kota Jambi.


"Hujan yang turun kemungkinan hanya membahasi bagian atas, namun tidak sampai ke gambut bagian bawah," kata Ardi seperti dilansir Antara.

Selain kota Jambi, kabut asap juga dilaporkan kembali menyelimuti Kaupaten Batanghari, Tanjung Jabung Timur, dan Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Batanghari, Nazhar mengakui ada sejumlah lahan yang terbakar. Akan tetapi ia menyebut kabut asap yang menyelimuti Batanghari merupakan kiriman dari Proinsi Sumatra Selatan.

"Kabut asap di daerah kita itu kiriman dari Provinsi Sumatra Selatan," kata Nazhar.

Kabut asap dilaporkan juga kembali pekat selama sepekan terakhir di kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagai dampak karhutla yang terjadi di Taman Nasional Berbak Tanjung Jabung Timur. Bahkan dalam tiga hari terakhir, warga setempat melaporkan kabut asap pada pagi hari lebih tebal. (Antara)