Salat digelar sehari setelah Palembang dan sekitarnya dikepung kabut asap ekstrem pada Senin (14/10) lalu.Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kolonel Arhanud Sonny Septiono berujar salat istisqa merupakan salah satu upaya satgas untuk menanggulangi karhutla.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Sumsel baru akan diguyur hujan pada 15 hari ke depan atau pekan pertama November. Selama masa itu, kabut asap diperkirakan masih melanda Palembang dan sekitarnya apabila lokasi kebakaran tak kunjung padam.
Pemadaman titik api dilakukan dari darat dan dari udara menggunakan bom air. Untuk pemadaman dari udara dikerahkan 10 helikopter di Sumsel.
"Helikopter ini kita pakai untuk water bombing dan untuk mengangkut tim ke lokasi yang sulit dijangkau. Kami upayakan pemadaman ini dilakukan 24 jam setiap hari," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumsel Iriansyah sebagai Wakil Satgas Karhutla berujar, perusahaan perkebunan dan konsesi harus ikut membantu dalam upaya pemadaman.
"Patroli udara dan darat terus dilakukan, TMC diupayakan namun karena potensi awan hujannya pun tidak ada, hujan buatan juga tidak bisa dilakukan. Kita harap dengan istisqa, hujan bisa mengguyur lebih cepat dan membasahi lahan yang terbakar," ujar dia. (idz/wis)