Polisi Ringkus Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Depok

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 15:44 WIB
Polisi Ringkus Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Depok Ilustrasi. (Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi meringkus seorang pria berinisial HN yang diduga melakukan pelecehan seksual di Kereta Rel Listrik (KRL).

Pelaku HN diduga melakukan pelecehan seksual dengan menggesek-gesekan alat kelaminnya pada seorang penumpang perempuan berusia 13 tahun pada Minggu (13/10) lalu.

"Yang bersangkutan masih diproses di Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (15/10).


Argo menjelaskan peristiwa dugaan pelecehan seksual itu terjadi ketika korban tengah naik KRL bersama ibunya. Keduanya diketahui naik KRL jurusan Tanah Abang menuju Depok.

"Awalnya dipegang-pegang pantat korban, karena berdesakan korban awalnya enggak sadar," ujar Argo.


Mendapat perlakuan itu, korban langsung berteriak. Kemudian, petugas yang saat itu berjaga di KRL langsung menangkap pelaku.

"Selanjutnya ibu korban membuat laporan. Pelaku telah dibawa dan diperiksa di Resmob Polda Metro Jaya," tutur Argo.

Pemalak Supir Truk di Tanjung Priok

Selain itu, di Jakarta polisi pun meringkus lima orang yang diduga kerap melakukan pemalakan di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Lima tersangka itu adalah SO, BH, AB, C dan RZ. Mereka diketahui merupakan warga sekitar Tanjung priok.

"Kita kemarin sudah mengamankan ada 5 orang yang diduga melakukan pemungutan liar terhadap sopir truk yang keluar dan masuk Pelabuhan Tanjung Priok," kata Kasat Reskrim Polres Jakut, Kompol Wirdanto saat dikonfirmasi, Selasa.

Wirdanto menuturkan dalam melakukan aksinya para pelaku berpura-pura menjual air minum kemasan kepada para sopir truk dengan cara memaksa.

"Ada yang modusnya menjual air dan memaksa sopir membeli air. Ada juga yang sekedar berdiri ditengah jalan dan meminta," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Disampaikan Wirdanto, saat ini pihaknya masih memburu pelaku lainnya. Pasalnya, di lokasi tersebut, banyak pelaku lain yang juga kerap melakukan pemalakan. Wirdanto mengungkap para tersangka yang sudah diamankan itu mengaku telah beraksi selama beberapa bulan hingga satu tahun.

Kepada polisi, tersangka mengaku mendapatkan uang sebesar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu dalam satu hari.

"Jadi mereka memang tidak ada pekerjaan, jadi mereka pekerjaanya hanya pungli saja," ucap Wirdanto.

Polisi masih memburu para pelaku lainnya, sebab Wirdanto menyebut di lokasi itu masih banyak pelaku-pelaku pemalakan yang lain.

Aksi pemalakan terhadap para sopir truk itu viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun instagram @infojkt24.

Dalam video itu, tampak para pelaku pemalakan berdiri di tepi jalan sambil melambai-lambaikan tangan kepada sopir truk yang melintas.

"Seperti inilah yang sering dialami oleh sopir-sopir truk setelah turun dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.Jika tidak diberi uang, kaca mobil yang menjadi taruhannya," demikian keterangan dalam unggahan itu.

[Gambas:Instagram]
(dis)