Ma'ruf Jadi Wapres, MUI Berharap Kucuran Dana Makin Lancar

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 17:27 WIB
MUI di daerah disebut berharap posisi Ma'ruf Amin sebagai Wapres periode 2019-2024 bisa memudahkan akses pendanaan dari pemprov. Ketua MUI bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, menyebut MUI daerah berharap akses pendanaan terkait kepemimpinan Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi mengklaim banyak pengurus MUI di daerah yang berharap posisi Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden Periode 2019-2024 bisa memudahkan akses pendanaan.

"Nah, inilah yang diharapkan oleh daerah-daerah itu ingin dijadikan momentum bahwa ketika Kyai Ma'ruf itu menjadi wapres diharapkan bisa mempunyai fungsi bagaimana agar daerah-daerah itu bisa mendapatkan akses pendanaan yang memadai dari Pemda dengan Ketua Umum yang saat ini menjadi wapres. Ya berharap begitu," kata di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Masduki menjelaskan selama ini MUI di daerah kerap tak mendapat pendanaan memadai dari pemerintah provinsi (pemprov).


"Selama ini di daerah banyak mendapatkan kondisi yang masih kurang nyaman dalam artian hubungannya dengan pemprov. Di berbagai daerah itu banyak yang dapat dana [dari pemprov] tidak cukup," kata Masduki.

Oleh karena itu, kata dia banyak pengurus MUI di daerah yang ingin Ma'ruf tetap menjabat sebagai Ketua Umum hingga 2020 meski statusnya non-aktif.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Wapres terpilih periode 2019-2024 Ma'ruf Amin bakal tetap menduduki jabatannya sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga 2020 dengan embel-embel Ketum nonaktif.

Keputusan ini resmi diambil dalam Rapat Pimpinan pagi tadi. Dalam rapim itu diputuskan juga bahwa tugas kepemimpinan akan dilanjutkan oleh dua Wakil Ketua Umum MUI, yakni Yunahar Ilyas dan Zainut Tauhid.

(tst/arh)