Panglima TNI: Marwah NKRI Pertaruhan di Pelantikan Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 19:18 WIB
Panglima TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan prajurit TNI meningkatkan kewaspadaan dan mencermati perkembangan informasi dari intelijen jelang pelantikan presiden. Panglima TNI Hadi Tjahjanto memerintahkan prajurit TNI meningkatkan kewaspadaan dan mencermati perkembangan informasi dari intelijen jelang pelantikan presiden. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan marwah dan nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dipertaruhkan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden RI masa periode 2019-2024, 20 Oktober mendatang.

Panglima TNI meminta seluruh komponen bangsa turut serta dalam menjamin keberhasilan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.


Hadi menyerukan TNI dan Polri bahu membahu dengan seluruh Kementerian dan Lembaga serta seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan kelancaran, keamanan, kenyamanan dan kesuksesan pelantikan Jokowi.

"Laksanakan koordinasi ketat, baik dengan satuan atas, samping maupun satuan bawah. Laksanakan pula koordinasi yang baik dengan instansi-instansi terkait lainnya. Hilangkan ego sektoral yang sempit. Saatnya kita berbuat untuk kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa dan negara," ujar Panglima TNI.
Panglima TNI: Marwah NKRI Pertaruhan di Pelantikan JokowiPanglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat meninjau Apel Gelar Pasukan Pengamanan Dalam Rangka Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2019(Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)


Penyataan tersebut disampaikan Hadi dalam "Apel Gelar Pasukan Pengamanan Dalam Rangka Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Tahun 2019" di lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).

Panglima TNI mengatakan apel gelar pasukan dilakukan untuk memeriksa kesiapan akhir seluruh satuan, personel, alat perlengkapan dan alutsista yang akan digunakan.

"Saya yakin kalian telah mendapatkan perintah terkait tugas dan tanggung jawab perorangan dan satuan," ujarnya.

"Pahami dan kuasai rincian tugas tersebut serta aturan pelibatan dalam menghadapi setiap perkembangan situasi. Seluruh Komandan Satuan harus senantiasa memastikan anggotanya memahami siapa berbuat apa, agar tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan tugas," tegasnya.
[Gambas:Video CNN]

Panglima TNI menekankan agar setiap personel yang terlibat untuk terus memelihara kewaspadaannya terhadap berbagai perkembangan situasi yang terjadi.

"Cermati setiap informasi yang masuk dan olah informasi tersebut dengan cermat, agar kita tidak melewatkan intelijen sekecil apapun. Kegagalan memahami informasi akan menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak tepat dan dapat membahayakan pelaksanaan tugas," terangnya.

Hadi pun berharap masyarakat luas bisa bersama-sama berdoa, agar upacara pelantikan berjalan dengan khidmat dan membawa keberkahan bagi bangsa dan negara.

"Sampaikan pula untuk senantiasa tidak terpengaruh dengan ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang hanya bermaksud memprovokasi dan membuat rusuh. Kerusuhan dan kerusakan hanya akan membawa kerugian bagi kita sendiri," tuturnya.

"Sekali lagi saya selaku Panglima TNI mengucapkan terima kasih dan rasa bangga atas profesionalisme yang kalian tunjukkan. Kalian adalah kebanggaan seluruh rakyat Indonesia," tutup Panglima TNI.
(jps/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK