Moeldoko Respons Munarman FPI: Enggak Apa-apa Aku Ngaji Lagi

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 15:52 WIB
Moeldoko Respons Munarman FPI: Enggak Apa-apa Aku Ngaji Lagi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko merespons pernyataan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang meminta dirinya belajar mengaji. Anjuran Munarman bermula ketika Moeldoko mengulas tindak-tanduk FPI, sembari mengatakan kenapa Tuhan mesti dibela.

"Enggak apa-apa aku ngaji lagi," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Jumat (18/10).

Namun, Moeldoko enggan menanggapi lebih lanjut soal pernyataannya terkait FPI dan fungsinya untuk negara dan umat. Ia meminta hal itu tak dibahas lagi.


"Udah enggak usah dibahas," ujarnya.
Sebelumnya, Munarman meminta Moeldoko belajar mengaji agar tak menjadi burung beo karena mempertanyakan keberadaan FPI selama ini. Menurutnya, Moeldoko harus belajar mengaji dengan ulama yang benar-benar ulama, bukan ulama sulthoniyah.

"Ringan saja, dia mesti belajar ngaji yg bener, jangan jadi burung beo, mengulang-ulang ucapan dari orang yang anti-Islam," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, kemarin.

Munarman lantas menyampaikan Surat Muhammad ayat 7-9 beserta artinya. Ia menyebut ayat Surat Muhammad itu jelas menyerukan kepada orang-orang yang beriman untuk menolong agama Allah.

Menurut Munarman, yang bisa memahami ayat tersebut hanya orang-orang yang beriman.

"Kalau orang-orang yang mencintai jabatan, uang dan dunia memang enggak bisa memahami," katanya.
Moeldoko Legowo Diminta Mengaji Kembali oleh Munarman FPISekretaris FPI, Munarman. (Detikcom/Hasan Alhabshy)

[Gambas:Video CNN]

Munarman lantas mempertanyakan fungsi Moeldoko dan Kantor Staf Presiden. Ia heran mantan Panglima TNI itu justru mengurusi apa yang dilakukan FPI.

"Fungsi Moeldoko itu apa, karena dalam melaksanakan tugasnya dia menggunakan APBN, dan rakyat berhak tau apa manfaatnya dia sebagai KSP dan manfaat KSP sendiri," katanya.

Moeldoko sebelumnya mempertanyakan keberadaan FPI saat memberikan kuliah umum 'Ketahanan Nasional Masa Kini', di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (17/10). Moeldoko menyatakan dirinya adalah muslim dan tidak merasa agamanya perlu dibela oleh ormas itu.

"Mengapa harus ada apa itu Front Pembela Islam? Apa yang dibela? Ya sorry ya, aku langsung ngomong blak-blakan saja kan gitu. Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan," kata Moeldoko.

Pensiunan jenderal bintang empati itu meminta tak ada lagi kelompok-kelompok yang mengusung intoleransi. Menurutnya hal itu hanya akan mengganggu stabilitas negara Indonesia.

"Enggak boleh dong, yang benar saja. Banyak yang sekarang seperti itu. Jangan menipu Tuhan lah, Tuhan Maha Tahu," katanya.
(fra/ain)