Setidaknya ada enam pantun yang diucapkan pria yang karib disapa Bamsoet yang membuat suasana sidang menjadi cair.
Pantun pertama dilemparkan Bamsoet soal kehadiran Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Ia mengapresiasi kedatangan mantan pesaing Jokowi dalam Pilpres 2019 itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya Bamsoet yang menyampaikan pesan tersendiri kepada JK menggunakan bahasa Bugis. Jokowi yang kembali dilantik pada Minggu ini pun mengucapkan terima kasih kepada JK yang mendampinginya selama periode 2014-2019 menggunakan bahasa Bugis. Bukan pantun yang diucapkan Jokowi, melainkan pepatah.
"Pura babbara' sompekku/ Pura tangkisi' golikku/ Layarku sudah terkembang/ Kemudiku sudah terpasang/ Kita bersama/Menuju Indonesia maju!!!//" demikian luncuran pepatah Bugis yang diucapkan Jokowi saat pidato perdananya sebagai Presiden 2019-2024 di MPR tersebut.
Sejam berlalu, Bamsoet kembali melanjutkan pidato. Sesaat sebelum menutup sidang paripurna pelantikan presiden-wakil presiden, lagi-lagi ia melemparkan pantun. Bukan hanya satu, setidaknya empat sekaligus ia lontarkan.
Rentetan tiga pantun pertama ditujukannya kepada Jokowi yang baru saja dilantik sebagai Presiden 2019-2024. Pantun ini berisikan mengenai semangat persatuan NKRI dan kehidupan bangsa Indonesia.
"Bernyanyi berdendang sambil gembira,tanda hati sedang bersukacita. Jika berkuasa jangan lupa karena rakyat kita dipercaya," kata Bamsoet.
"Jalan-jalan ke Gunung Jati, singgah di pasar beli kemiri. Kita semua siap mati, demi mempertahankan NKRI."
"Terbang tinggi burung merpati, hinggap lama di pohon Mahoni. Kami titip NKRI pada pak Jokowi agar rakyat hidup dalam harmoni."
[Gambas:Video CNN]
Pantun itu membuat riuh tamu dan hadirin. Bamsoet pun akhirnya menutup pidato sekaligus tanda mengakhiri paripurna. Namun sebelum mengucapkan salam akhir, Bamsoet tak kehabisan pantun.
Ia melemparkan pantun terakhirnya. "Cuci tangan sampai bersih, cukup sekian dan terima kasih," tutup dia.