Hasto Sindir Calon-calon Menteri yang Ingin Jadi Capres

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 20:33 WIB
Hasto Sindir Calon-calon Menteri yang Ingin Jadi Capres Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyindir soal banyaknya calon menteri yang mengantre masuk dalam Kabinet Kerja Jilid Dua dalam Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang resmi dilantik hari ini, Minggu (20/10).

Posisi menteri, kata dia, bukanlah jabatan atau kedudukan biasa. Oleh karena itu, pihak manapun tak perlu bersusah payah mengantre hingga menjegal satu sama lain demi menempati posisi menteri tersebut.

"Menjadi menteri bukan pegawai tinggi biasa jadi enggak perlu susah payah repot-repot antre apalagi pakai saling menjegal satu sama lain," kata Hasto di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.


Menurut Hasto menjadi menteri artinya mendapatkan tugas negara untuk membantu presiden mewujudkan visi dan misi membangun dan memakmurkan Indonesia. Tapi kata dia, saat ini justru banyak pihak yang menjadikan jabatan menteri untuk kibarkan bendera untuk pemilu selanjutnya pada 2024.

"Baru jadi calon menteri sudah pengen menjadi calon (presiden) 2024, kalau yang seperti ini kita kompak bilang Pak Jokowi tidak usah dimasukkan," kata Hasto.

Para calon menteri yang seperti itu, kata Hasto, tentu bukan bekerja untuk rakyat namun demi citra diri dan mendulang dukungan di Pilpres 2024.

"Kerjanya bukan buat bangsa dan negara tapi pasti membangun citra dirinya saudara-saudara sekalian," katanya.

Hasto mengatakan pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi tentu memerlukan kabinet yang solid, profesional, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, merakyat, teknokrat, dan paham siapa rakyat yang dipimpinnya.

"Rakyat masih memerlukan traktor untuk pertanian, yang dibangun di luar itu. Maka memahami bagaimana kondisi rakyat indonesia merupakan syarat penting bagi seluruh menteri yang akan membantu pak Jokowi," katanya.

Dia juga menyinggung soal menteri yang harus memiliki kesepahaman dengan visi dan misi Jokowi-Ma'ruf. Tak hanya itu, menteri juga kata dia, mesti memahami departemen apa yang dia pimpin.

"Itu syarat mutlak. Dan memiliki dedikasi yang baik itu syarat mutlak," katanya.

Sebelumnya, sesaat pergi ke MPR untuk mengikuti prosesi pelantikan Presiden 2019-2024, Jokowi mengisyaratkan akan mengumumkan nama-nama kabinet sebelum Wapres Ma'ruf Amin menjalankan tugas kenegaraan ke Jepang.

Itu pun ia tegaskan kembali setelah pelantikan MPR.

"Pokoknya besok kita akan kenalkan dulu menteri yang telah kita pilih. Setelah dikenalkan, lalu dilantik. Dikenalkan pagi, setelah itu dilantik, tapi bisa Senin, Selasa, atau Rabu," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (20/10) malam.

Lebih lanjut, ia kembali menekankan bahwa susunan kabinet sudah rampung sepenuhnya.

[Gambas:Video CNN]
Dari susunan kabinet baru, ia sempat memberi beberapa bocoran. Pertama, setidaknya ada kurang lebih 16 jabatan menteri yang diisi dari kalangan partai politik.

Kedua, kalangan profesional juga akan mewarnai kabinet baru. Ketiga, calon pembantu yang ditunjuk berasal dari beberapa menteri petahana.

eempat, porsi menteri wajah baru akan lebih banyak ketimbang yang sudah menjabat di Kabinet Kerja. "Wajah baru besok pagi, pagi-pagi saya kenalkan wajah-wajah baru," celetuknya.

Selain itu, ia turut menyatakan bakal ada kementerian/lembaga/badan baru. "Perubahan nomenklatur sudah ada, sing sabar semuanya," tuturnya.

Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden setelah dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Keduanya akan memimpin Indonesia untuk periode 2019-2024.

(tst/kid)