Jokowi, kata dia, telah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebanyak dua kali demi membahas soal kabinet menteri tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto membenarkan bahwa menteri itu ada yang berasal dari anggota DPP PDIP. "Ya, ada [yang berasal dari] Dewan Pimpinan Pusat PDI-Perjuangan," ungkapnya.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah terang-terangan meminta jatah menteri terbanyak kepada Jokowi saat berpidato di Kongres PDIP di Bali, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
"Kita hormati Pak Jokowi. Inisialnya bukan HK (Hasto Kristiyanto), bukan HK. Saya di partai saja," kata Hasto.
Pilih Partai
Baginya, menjadi menteri saat ini mustahil. Andai benar-benar diminta, Hasto berencana menolak dan ingin fokus di partai sebagai Sekjen untuk masa jabatan 2019-2024.
Hasto juga menganggap menjalankan tugas untuk kepentingan partai tak kalah terhormat. Pula, dekat dengan masyarakat berbagai lapisan.
"Dedikasi saya di partai, bertugas di partai juga tugas yang hormat, apapun poisisinya, karena jadi pengurus partai tugasnya mengorganisir rakyat," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
Hasto mengaku telah bicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia, kepada Megawati, menyampaikan keinginannya untuk tetap mengemban tugas sebagai sekjen di periode kedua ini.
"Ketika ada pilihan, saya memilih (jabatan) sekjen di partai. Saya sudah izin ke Ibu Megawati untuk jadi sekjen di periode kedua," kata dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan menteri-menteri periode selanjutnya berasal dari berbagai kalangan dan mengaku tidak kesulitan untuk mencari orang tersebut. Susunan kabinet pun akan diumumkannya pada Senin (21/10).
(frd/tst/bmw)
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah terang-terangan meminta jatah menteri terbanyak kepada Jokowi saat berpidato di Kongres PDIP di Bali, beberapa waktu lalu. (