Hasto Klaim PDIP Raih Menteri Terbanyak, Tak Termasuk Dirinya

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 21:57 WIB
Hasto Klaim PDIP Raih Menteri Terbanyak, Tak Termasuk Dirinya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengaku lebih ingin mengurus partai ketimbang menjadi menteri(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut PDI-Perjuangan mendapat jatah menteri terbanyak dalam kabinet Jokowi Jilid II. Nama-nama itu ada yang berasal dari ada anggota Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Namun, itu bukan dirinya.

Jokowi, kata dia, telah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebanyak dua kali demi membahas soal kabinet menteri tersebut.

"Nama-nama sudah diserahkan, tapi sebagaimana kata ibu Megawati bahwa hak perogratif itu memang presiden yang menetapkan," katanya, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Usai menghadiri kegiatan Doa Bersama dan Tasyakuran dilantiknya Jokowi-Ma'ruf sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024, Minggu (20/10). 


"Yang jelas PDI-Perjuangan [mendapat kursi] terbanyak, itu pun kami maknakan sebagai sebuah komitmen bagi PDI-Perjuangan untuk mengawal dan memastikan keberhasilan pak Jokowi dan Ma'ruf Amin," ia menambahkan.

Hasto membenarkan bahwa menteri itu ada yang berasal dari anggota DPP PDIP. "Ya, ada [yang berasal dari] Dewan Pimpinan Pusat PDI-Perjuangan," ungkapnya.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah terang-terangan meminta jatah menteri terbanyak kepada Jokowi saat berpidato di Kongres PDIP di Bali, beberapa waktu lalu.Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah terang-terangan meminta jatah menteri terbanyak kepada Jokowi saat berpidato di Kongres PDIP di Bali, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ia tak membeberkan lebih lanjut nama anggota DPP tersebut ataupun bidang kementeriannya. Yang jelas, kata dia, pihaknya akan menghormati keputusan Jokowi. Dia pun membantah bahwa nama menteri itu adalah dirinya itu. Sebab, dia mengaku lebih memilih berada di partai.

"Kita hormati Pak Jokowi. Inisialnya bukan HK (Hasto Kristiyanto), bukan HK. Saya di partai saja," kata Hasto.

Pilih Partai

Baginya, menjadi menteri saat ini mustahil. Andai benar-benar diminta, Hasto berencana menolak dan ingin fokus di partai sebagai Sekjen untuk masa jabatan 2019-2024.

"Enggak mungkin presiden menunjuk saya, saya sudah sampaikan di publik. Kalau sekiranya presiden masih menunjuk saya akan sampaikan saya mohon izin saya tetap di partai," kata Hasto, pada kesempatan terpisah, di kantor DPD PDIP Jawa Timur, Surabaya, Jumat (18/10).

Hasto juga menganggap menjalankan tugas untuk kepentingan partai tak kalah terhormat. Pula, dekat dengan masyarakat berbagai lapisan.

"Dedikasi saya di partai, bertugas di partai juga tugas yang hormat, apapun poisisinya, karena jadi pengurus partai tugasnya mengorganisir rakyat," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Hasto mengaku telah bicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia, kepada Megawati, menyampaikan keinginannya untuk tetap mengemban tugas sebagai sekjen di periode kedua ini.

"Ketika ada pilihan, saya memilih (jabatan) sekjen di partai. Saya sudah izin ke Ibu Megawati untuk jadi sekjen di periode kedua," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan menteri-menteri periode selanjutnya berasal dari berbagai kalangan dan mengaku tidak kesulitan untuk mencari orang tersebut. Susunan kabinet pun akan diumumkannya pada Senin (21/10). 


(frd/tst/bmw)