Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lampung Terkait Abu Rara

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 17:48 WIB
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Lampung Terkait Abu Rara Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri kembali menangkap seorang terduga teroris di Lampung. Terduga teroris yang ditangkap berinisial AH (27) merupakan bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.

"Kembali satu diamankan AH (27) ini juga merupakan bagian penting dari kelompok JAD Lampung yang merupakan bagian jaringan teroris kelompok JAD yang berada di Jateng, Jabar, dan Jambi," ujar Kabagpenum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Kantornya, Jakarta, Senin (21/10).

Asep mengatakan AH pernah menyembunyikan SA alias Abu Rara, tersangka pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto. Selain itu, AH juga pernah menyembunyikan seorang DPO. Namun, Asep tidak mengungkapkan detail siapa DPO yang dimaksud.


"Hal yang paling signifikan adalah menyembunyikan teroris SA di Lampung. Signifikansi keterlibatan AH ini selain berbaiat ke ISIS, aktif di jaringan JAD," ujarnya.

Mekanisme komunikasi antara AH dan orang-orang tersebut, kata Asep, dengan memanfaatkan media sosial.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap seorang terduga teroris di Pesawaran, Lampung, pada Sabtu (19/10), pukul 17.30 WIB. Terduga teroris berinisial LH (41) ini merupakan buronan kasus terorisme tahun lalu.

"Pekerjaannya sebagai petani kopi. LH ditangkap selesai dia dari kebun di desanya. Saat kami melakukan penangkapan tahun lalu, dia sempat kabur," terang seorang pimpinan Densus 88 di Lampung kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (19/10) malam.

[Gambas:Video CNN]
Tim Densus 88 kini masih meminta keterangan LH untuk mendalami keterkaitan dengan jaringan teroris lain. Dari penggeledahan, polisi menyita telepon genggam dan sejumlah buku tentang jihad.

Sebelumnya, enam terduga teroris ditangkap di Provinsi Lampung dalam sepekan terakhir. Seorang berinisial IU merupakan buronan kasus terorisme tahun lalu yang berkaitan dengan JAD Lampung pimpinan Ujang. Sementara lima terduga teroris lain berinisial N, A, R, Y dan T diketahui pernah berkomunikasi dengan Abu Rara.

"Secara keseluruhan mereka ini memiliki target yang disebut sebagai taghut dan sasaran utamanya adalah aparat keamanan khususnya polisi dan kantor polisi," ujar Asep. (ryn/wis)