Ma'ruf Amin Dukung Siapa Pun Menteri yang Ditunjuk Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 12:19 WIB
Ma'ruf Amin Dukung Siapa Pun Menteri yang Ditunjuk Jokowi Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung siapa pun tokoh yang ditunjuk sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo. 

"Saya kira sudah ada kriterianya yang ditetapkan dan saya dukung itu. Ada yang dari parpol, profesional, tua muda, laki perempuan, kedaerahan," ujar Ma'ruf di Jepang dalam keterangan video sekretariat wakil presiden, Selasa (22/10).

Jokowi diketahui mulai memanggil sejumlah tokoh untuk mengisi posisi menteri sejak Senin (21/10) hingga Selasa (22/10) siang ini, di antaranya Mahfud MD, Wishnutama, Erick Thohir, hingga Prabowo Subianto.


Selasa ini, Jokowi memanggil sejumlah nama lagi. Nampak Sri Mulyani, Syahrul Yasin Limpo, Siti Nurbaya Bakar, Agus Gumiwang Kartasasmita, hingga Juliari Batubara.

Ma'ruf menilai sejumlah tokoh yang dipanggil itu telah memenuhi kriteria yang selama ini ditetapkan Jokowi. Ia meyakini para tokoh akan ditempatkan sesuai kapasitasnya masing-masing.

"Saya kira iya (memenuhi kriteria). Kan mereka dipilih dan ditempatkan sesuai tempatnya, terutama tokoh-tokoh muda, inovatif, kreatif. Ini ada kerja inovatif," katanya.

Ia menyatakan menteri yang terpilih nantinya harus dapat melakukan eksekusi dan dapat melakukan inovasi. Para menteri itu juga harus memiliki visi yang sama yakni Indonesia maju.

"Mereka harus mampu melakukan inovasi. Saya dukung karena kita ingin maju, visi Indonesia maju harus didukung menteri-menteri yang punya visi sama," ucap Ma'ruf.

[Gambas:Video CNN]

Ma'ruf mengatakan pelantikan para menteri itu akan digelar pada Rabu (23/10). Ia sendiri akan kembali dari Jepang usai menghadiri penobatan Kaisar Naruhito pada Selasa malam nanti.

Jokowi mulai memanggil sejumlah nama yang disebut-sebut masuk dalam kabinet pemerintahan sejak kemarin. Sejumlah nama dipanggil secara berurutan ke istana. Mereka mengaku ditawari Jokowi untuk mengisi posisi menteri meski tak dijelaskan secara terperinci pos kementerian yang dimaksud.

Jokowi sebelumnya pernah menyampaikan porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen. Ia juga menyebut soal menteri yang berusia muda.

(tim/fra/uli/ain)