Mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya dari NasDem Tiba di Istana

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 10:31 WIB
Mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya dari NasDem Tiba di Istana Mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar mendatangi Istana Negara jelang pembentukan kabinet. CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan menteri kehutanan dan lingkungan hidup (KLHK) Siti Nurbaya Bakar dari Partai NasDem memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan mendatangi Istana Negara, Jakarta pada Selasa (22/10).

Dia adalah politikus NasDem calon menteri Jokowi yang datang ke Istana Negara setelah Syahrul Yasin Limpo.

Siti Nurbaya pakai kemeja putih lengan panjang plus celana hitam. Dia nampak membawa map. Siti terus berjalan tanpa bicara apa pun kepada awak media.



Siti Nurbaya adalah orang kelima yang datang ke Istana Negara hari ini. Mereka yang datang lebih dahulu antara lain Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Bendum PDIP Juliari Batubara, Ketua DPP NasDem Syahrul Yasin Lompo.

Pada Senin kemarin (21/10), sejumlah tokoh juga telah dipanggil Presiden Jokowi untuk datang ke Istana Negara, Jakarta. Beberapa dari mereka sudah mengakui diminta menjadi menteri oleh Jokowi di periode selanjutnya.

Tokoh-tokoh yang kemarin mendatangi Istana Negara, Jakarta antara lain Mahfud MD, mantan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, pendiri NET Mediatama Wishnutama, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, CEO Gojek Nadiem Makarim, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.

[Gambas:Video CNN]

Mahfud mengaku berbincang soal hukum dan HAM. Dia juga mengklaim diminta menjadi menteri oleh Jokowi.

"Saya tadi dipanggil Pak Presiden. Intinya saya diminta mengisi posisi menteri. Kalau tadi berubah akan dilantik Rabu, pagi sudah dilantik," tutur Mahfud di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10).

Begitu pula dengan CEO Gojek Nadiem Makarim. Dia merasa terhormat diminta Jokowi membantu menjalankan roda pemerintahan sebagai menteri.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku diminta Jokowi mengurusi bidang pertahanan. Namun, dia belum mau bicara banyak dan menunggu Jokowi mengumumkan langsung.

(fra/bmw)