Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori berujar karhutla di Sumsel per 15 Oktober 2019 telah mencapai 174.528 hektare. Meskipun data terbaru masih diolah, diperkirakan lahan yang terbakar sudah mencapai 200 ribu hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ansori mengungkapkan berkurangnya potensi hujan menyebabkan asap pun akan semakin pekat. "Status siaga darurat bisa saja diperpanjang jika kebakaran dan dampak asap masih mengkhawatirkan. Namun keputusan perpanjangan akan didiskusikan dengan instansi terkait," kata dia.
Teknik pemadaman karhutla dengan water bombing. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi) |
"Kondisi asap masih tetap berpotensi terjadi di Sumsel dikarenakan wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas yang signifikan belum terpapar hujan yang cukup, mengingat luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar," ujar Bambang.
Selain itu, ada penurunan potensi hujan secara regional selama tiga hari ke depan (22-24 Oktober) akibat badai tropis Neoguri dan Bualoi di Samudera Hindia. Secara lokal, hujan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel.
"Hari ini sudah optimal jalan. Sudah sekitar 12 ribu ton pemadaman dilakukan di Arjuno-Welirang, tapi juga kan banyak titiknya belum bisa padamkan semua," ujarnya.
Namun, akunya, proses water bombing hanya berlangsung lima jam, yakni pukul 06.00-11.00 WIB. Sementara pada pukul 13.00 WIB angin mulai kencang.
[Gambas:Video CNN]
"Tidak berani untuk terbang sudah berbahaya. Sebab yang paling aman ialah 10 knot," kata Satriyo.
Selain wilayah Arjuno-Welirang, kata dia, karhutla di Jatim terus meluas. Dalam satu pekan ini, sedikitnya ada enam wilayah gunung yang terbakar. Yakni, Gugusan Gunung Ijen, Tahura Raden Soerjo Arjuno-Welirang, Gugusan Gunung Wilis, Pegunungan Kawi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan Gunung Raung.
BPBD Jatim pun, kata dia, belum bisa memetakan dampak kebakaran. Namun hasil laporan, setidaknya sudah ada 3.000 hektare lebih yang terdampak
"Kalau luasannya itu kami belum bisa mendata-data secara rinci. Tapi info dari kawan-kawan, Perhutani maupun Tahura maupun TNBTS ada ribuan hektar," kata dia.
(idz/frd/arh)
Teknik pemadaman karhutla dengan water bombing. (