Warganet Protes Asap, Gubernur Sumsel Setop Main Instagram

CNN Indonesia | Kamis, 17/10/2019 00:14 WIB
Warganet Protes Asap, Gubernur Sumsel Setop Main Instagram Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku setop unggah foto di Instagram akibat serbuan komentar netizen soal karhutla. (ANTARA FOTO/Budi Haryanto)
Palembang, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengaku menyetop mengunggah foto di akun media sosial Instagram pribadinya untuk sementara waktu karena tak tahan disinggung mengenai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh warganet.

Hal tersebut diungkapkannya saat Forum Grup Discussion Pencegahan dan Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sumsel, Rabu (16/10).

Herman mengaku warganet kerap kali berkomentar soal asap karhutla alih-alih menanggapi hal yang diunggahnya.


"Asap di Palembang ini jadi trending topic. Banyak sekali komentar soal asap, makanya saya setop dulu lah upload foto," ujar dia.

Diketahui, Herman Deru sempat menonaktifkan kolom komentar di akun Instagram pribadinya pada Senin (14/10) pagi saat kabut asap ekstrem melanda Palembang. Namun kurang dari 24 jam, kolom komentar kembali diaktifkannya lagi.

[Gambas:Instagram]
Dirinya berujar saat ini pihaknya bersama instansi terkait lainnya terus melakukan upaya penanggulangan karhutla. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat umum bahu membahu untuk memadamkan api.

Meskipun begitu, aku dia, karhutla masih saja terjadi karena musim kemarau yang ekstrem serta masih ada aktivitas membakar lahan yang dilakukan oleh masyarakat.

Herman pun mengaku akan mencabut izin perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan. Dirinya mengisntruksikan para bupati dan wali kota untuk menginventarisasi seluruh administrasi perizinan perusahaan, terutama yang lahannya terbakar tahun ini.

"Saya sudah instruksikan untuk inventarisir. Cabut izin perusahaan kalau ada yang melanggar klausul. Ini diluar sidik hukum, ini administrasi," kata dia.

Pihaknya pun bersama TNI dan Pilri akan segera melakukan inspeksi ke lokasi perusahaan untuk mengecek kelengkapan peralatan serta personel dalam mencegah dan menanggulangi karhutla di lokasinya masing-masing.

"Tanggung jawab perusahaan perkebunan, bukan hanya CSR untuk infrastruktur di sekitarnya saja. Tapi tanggung jawab juga mengenai kebakaran lahan di sekitar wilayah mereka," ujar Herman.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)