Hari Santri Nasional, Said Aqil Singgung NKRI Bersyariah

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 03:32 WIB
Hari Santri Nasional, Said Aqil Singgung NKRI Bersyariah Said Aqil menyampaikan kelompok pengusung NKRI Bersyariah mengabaikan sejumlah fakta bahwa tak ada rujukan sahih soal model kepemimpinan dalam Islam. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menyinggung kelompok yang mengusung konsep negara baru, NKRI bersyariah.

Seperti diketahui, NKRI bersyariah pertama diusung oleh ormas Islam seperti FPI, PA 212, dan FUI dalam Ijtimak Ulama 4. Mereka mempertimbangkan penegakan negara khilafah adalah kewajiban.

"Akhir-akhir ini suara penolakan Pancasila dan nafsu untuk menerapkan formalisasi syariat Islam dalam kehidupan bernegara atau yang kerap kita sebut sebagai NKRI bersyariah, semakin hari semakin meningkat," kata Said dalam perayaan Hari Santri Nasional di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (22/10).



Said menyampaikan kelompok-kelompok tersebut mengabaikan sejumlah fakta bahwa tak ada rujukan sahih soal model kepemimpinan dalam Islam.

Dia menyebut para kelompok tersebut berpegangan kepada dalil yang menyatakan bahwa orang yang tak menerapkan hukum Allah kafir dan darahnya halal. Namun Said menilai mereka tak memahaminya secara utuh.

"(Dalil) itu juga alasan Abdurrahman bin Muljam ketika membunuh Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abu Thalib. Ali dianggap tidak menjalankan hukum Islam, tapi selalu menggunakan musyawarah kalau memutuskan masalah dengan musyawarah," kata Said.

Anggota Dewan Pengarah BPIP itu mengatakan Islam memberikan prinsip-prinsip dasar soal kepemimpinan. Menurutnya konsep negara harus melindungi segenap warga, mengangkat harkat dan martabat bangsa, dan menjamin pemenuhan hak.

"Karena itulah, setelah mengkaji sejumlah dalil baik dari Alquran, hadis Nabi maupun pandangan para ulama, para kiai di Nusantara ini tidak mempermasalahkan bentuk NKRI," tuturnya. (dhf/end)