Eks Kapolri Tito Karnavian Jabat Mendagri Kabinet Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 09:05 WIB
Eks Kapolri Tito Karnavian Jabat Mendagri Kabinet Jokowi Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kanan) saat meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa (17/9/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww. )
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan eks Kapolri, Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10).

Jokowi berharap Tito mampu melakukan reformasi dan sinergi antarpemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan periode keduanya. Salah satunya persoalan e-KTP.

"Kemudian Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri. Reformasi dan sinergi pemerintah daerah berada di kewenangan beliau," tutur Jokowi saat memperkenalkan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (23/10).


Tito sebelumnya telah mengundurkan diri sebagai Kapolri. Pimpinan DPR baru menerima surat presiden terkait pemberhentian Tito pada siang (22/10).
Sesuai Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian RI, Tito tak diperbolehkan untuk rangkap jabatan sesuai regulasi yang berlaku.

"Kemudian beliau [Tito] menyampaikan surat terkait penugasan lain kepada Kapolri dan tentu saja surat pengunduran diri dari kapolri yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri," kata Ketua DPR Puan Maharani, kemarin.

Selain itu, Tito sempat bercerita kepada Puan terkait amanah jabatan baru yang akan diberikan dari Presiden Jokowi terhadap dirinya. Meski demikian, Puan enggan membeberkan jabatan baru Tito tersebut dan menyarankan untuk menunggu pengumuman Jokowi esok hari.
[Gambas:Video CNN]

"Tadi saya menerima Kapolri dan beliau menyampaikan diberikan amanah baru di pemerintahan namun apa kita lihat saja besok, kan besok pelantikan," kata dia.

Tito Karnavian sebelumnya turut menjadi salah satu orang yang merapat ke Istana pada Senin (21/10). Namun demikian, saat itu Tito yang mengenakan seragam lengkap Polri--bukan kemeja putih. Tito mengatakan pertemuannya dengan Jokowi hari itu lebih membahas evaluasi pengamanan hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober. (ryn/ain)