Ke Istana, Eks Petinggi TNI Tepis Tak Harmonis dengan Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 02:11 WIB
Ke Istana, Eks Petinggi TNI Tepis Tak Harmonis dengan Prabowo Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Panglima TNI Jenderal Purn Fachrul Razi menepis hubungan yang tak harmonis dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10) siang ini. Fachrul diketahui salah satu anggota dewan kehormatan saat memecat Prabowo dari TNI.

Fachrul mengatakan, dia dan Prabowo tetap berhubungan seperti biasa selama ini. Pun demikian dengan prospek hubungan mereka ke depan bila sudah resmi masuk ke kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya dengan Pak Prabowo biasa saja, ketemu ketawa-tawa, peluk-pelukan, makan sama-sama, tidak ada yang aneh dalam sistem yang terbangun, baik masalah kedinasan, pribadi, tidak terganggu," ucap Fachrul usai memenuhi panggilan Jokowi di Istana Kepresidenan.


Fachrul menjawab ini karena keduanya sempat diisukan tidak harmonis setelah Dewan Kehormatan Perwira TNI pada 1998 lalu mengeluarkan surat keputusan yang menunjukkan pelanggaran yang dilakukan Prabowo. Surat Keputusan Nomor KEP/03/VIII/1998/DKP itu juga merekomendasikan pemecatan Prabowo dari TNI.

Fachrul menjadi salah satu bagian dari Dewan Kehormatan Perwira yang menandatangani surat tersebut. Selain Fachrul ada pula Ketua Dewan Kehormatan Perwira Jenderal TNI Subagyo Hadi Siswoyo, Sekretaris Letjen TNI Djamari Chaniago, Anggota Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, dan Anggota Letjen Yusuf Kartanegara.

Kendati begitu, ia menyatakan hubungannya dengan Prabowo baik-baik saja hingga saat ini. Bahkan, keduanya sudah sempat berkomunikasi.

"Kalau ada yang tidak pas, saya tidak setuju dengan komandan saya, 'Pak itu tidak pas menurut saya begini', tapi itu tidak membuat hubungan saya jadi jelek (dengan Prabowo)," katanya.

[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, ia pun tak keberatan untuk bekerja sama dengan Prabowo nanti bila resmi dilantik Jokowi menjadi menteri di kabinet baru pada Rabu (23/10) besok. Ia juga tak keberatan bila Prabowo menempati kursi Menteri Pertahanan seperti sinyal yang sudah diberikan kemarin.

"Ya tidak apa (bila Prabowo jadi Menhan), itu kan bidangnya beliau, dia dulu TNI," ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo menyatakan siap menjadi calon menteri kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amin untuk periode pemerintahan 2019-2024. Kendati begitu, ia belum mengungkap kursi jabatan apa yang hendak diberikan Jokowi kepadanya.

Prabowo hanya menyatakan telah berdiskusi dengan Jokowi terkait sektor keamanan, pendidikan, hingga pembangunan sumber daya manusia. "Sehingga saya sudah bisa menebak kemana arahnya," imbuhnya.

Namun, ia meminta seluruh pihak untuk menunggu pengumuman resmi dari presiden petahana pada Rabu (23/10). (uli/osc)