Jadi Wamenag, Zainut Tauhid Diminta Urus Madrasah dan Dakwah

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 10:29 WIB
Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid menyebut Presiden Jokowi banyak membicarakan seputar dakwah dan madrasah dalam diskusi penjaringan wakil menteri agama. Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/10). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengonfirmasi pesan Presiden Jokowi untuk mengembangkan pendidikan di jalur madrasah. Hal itu disampaikan Zainut usai menemui Presiden Jokowi di Istana Negara, Jumat (25/10).

Zainut tak menyebut pasti pos wakil kementeriannya. Namun Zainut membenarkan ketika para wartawan berusaha mengonfirmasinya sebagai wakil menteri agama.

"Ya kira-kira kalau melihat pakaian saya tidak jauh dari itu (wakil menteri agama)," kata Zainut Tauhid.


Presiden Jokowi, kata dia, meminta agar pendidikan di Indonesia bisa melahirkan pelajar yang tak hanya cerdasm namum memiliki kepribadian bangsa Indonesia.
"Masalah ini dianggap sangat serius, karena ini menjadi pengembangan sektor SDM," kata Zainut menambahkan.

Tugas yang diberikan Jokowi, kata dia, agar pemerintah bisa memberikan peningkatan ketakwaan kepada Allah, memberikan ketenangan kesejukan, dan tidak menimbulkan suasana yang saling mencurigakan.

"Agar dakwah bisa dikelola dengan baik. Agar dakwah dilaksanakan baik," kata dia.
[Gambas:Video CNN]

Menurutnya, cara itu bisa dilakukan dengan membangun atau melakukan sinergi antara dunia usaha dengan lembaga lembaga keagamaan.

"Apa itu ponpes, sekolah, dan lembaga keagamaan yang lain. Jadi yang keluar dari pesantren bisa memiliki tingkat kompetensi yang tinggi dan juga bisa kembangkan karier di masyarakat," ujar dia.
(fra/ain)