Autopsi Ditolak, Jenazah Ibu yang Busuk di Sisi Bayi Dikubur

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 20:13 WIB
Autopsi Ditolak, Jenazah Ibu yang Busuk di Sisi Bayi Dikubur Eva, anak Marni yang tewas di dalam kos di Makassar, sudah bisa bermain di rumah sakit. (CNN Indonesia/SVH)
Makassar, CNN Indonesia -- Keluarga menolak jenazah Marni, (39) untuk diautopsi. Jenazah Marni akhirnya dimakamkan pukul 13.00 Wita Selasa, (29/10) di pekuburan Panaikang, Makassar. Sebelumnya, jenazah Marni berada di RS Bhayangkara setelah dievakuasi dari kamar indekosnya.

Marni adalah seorang ibu rumah tangga yang ditemukan warga dan polisi dalam kondisi telah meninggal dunia, bengkak dan membusuk di kamar kosnya di jl Bontonompo, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin (28/10) sore.

Saat jenazah ditemukan, putri bungsunya yang masih berusia 2 tahun, Eva Angelia Batti, ditemukan di sisi Marni yang sudah tidak bernyawa itu. 


Kepala RS Bhayangkara Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Farid Amansyah mengatakan karena kondisi jenazah telah membusuk, maka jalan satu-satunya untuk mengetahui penyebab kematian korban adalah tindakan autopsi.

"Kita sebenarnya berharap bisa autopsi," kata Farid.

Sementara anaknya, Eva Angelia Batti saat ini masih dirawat di ruang VIP Walet 2 bersama dokter anak dan psikiatri untuk diobservasi. Eva sudah beberapa hari bersama jenazah ibunya yang telah membusuk sehingga dikhawatirkan terjangkit bakteri.

Kapolsek Tamalate Kompol Arifuddin mengatakan keluarga korban telah memutuskan tidak ada tindakan autopsi sehingga jenazah mereka ambil siang tadi. Arifuddin mengklaim tidak ada tanda-tanda tindak pembunuhan di balik kematian Marni.

"Karena keluarga korban menolak autopsi ya sampai di sini saja, karena kita juga tidak bisa melihat tanda-tanda kematian karena dibunuh misalnya," kata Arifuddin.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Lina, (32), bibi dari balita Eva, mengatakan jenazah Marni telah diambil keluarga dan telah dimakamkan.

"Pukul 12.00 Wita tadi jenazah diambil di rumah duka, dibawa ke gereja dan dimakamkan pukul 13.00 Wita di pekuburan Panaikang," kata Lina yang merupakan sepupu dari suami Marni. 

Lina menuturkan suami Marni adalah anggota TNI. Marni hidup terpisah dengan suaminya. Marni membawa si bungsu Eva, sementara suaminya bersama dua anaknya yang lain.

"Belum cerai tapi sudah hidup terpisah," tutur Lina.

Pantauan di RS Bhayangkara, Eva sudah bisa bermain dengan mainan yang diberikan kepadanya. Sementara, ayah Eva, Kris Batti tidak terlihat di RS Bhayangkara karena tengah hadiri prosesi pemakaman istrinya.



(svh/DAL)