Paguyuban Warga Pendatang Usul Pemekaran 7 Wilayah Adat Papua

CNN Indonesia | Selasa, 15/10/2019 13:25 WIB
Paguyuban Warga Pendatang Usul Pemekaran 7 Wilayah Adat Papua BPW KKSS mengusulkan pemekaran terhadap tujuh wilayah adat di Papua kepada Presiden Jokowi. (Foto: CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Papua, Mansur mengusulkan pemekaran terhadap tujuh wilayah adat di Papua. Mansur sendiri sudah menetap sekitar 31 tahun di Jayapura, Papua.

Mansur merespons pemerintah yang membuka peluang untuk memekarkan dua provinsi di Bumi Cendrawasih. Saat ini terdapat dua provinsi di Papua, yakni Papua dan Papua Barat.

"Kalau bagus itu bagi tujuh pemekaran sekalian, tujuh wilayah adat. Sekalian, kalau satu-dua saja nanti iri," kata Mansur usai bertemu Presiden Joko Widodo, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/10).



Di Papua terdapat tujuh wilayah adat. Ketujuh wilayah adat itu antara lain, wilayah Mamta, Sairei, Bomberai, Domberai, Anim Ha, Lapago, serta wilayah Me Pago.

Mansur mengaku bertemu Jokowi bersama 14 perwakilan paguyuban warga pendatang yang tinggal di Papua, yakni Paguyuban Sulawesi Selatan, Paguyuban Jawa-Madura, Paguyuban Kawanua.

Selain itu Paguyuban Sriwijaya, Paguyuban Minang Saia, Paguyuban kerukunan Maluku Utara, dan Forum Sunda Jawa Barat.

Dalam pertemuan itu, kata Mansur, para perwakilan paguyuban mememinta pemerintah menjamin keamanan masyarakat yang menetap di Papua. Mansur meminta agar pemerintah memastikan tak ada kerusuhan lagi di Papua maupun Papua Barat.

Mansur juga meminta kepada Jokowi agar aparat keamanan tak bertindak sewenang-wenang karena masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa dijamin oleh undang-undang.

Meskipun demikian, ia mengatakan agar penegak hukum tetap tegas menyelesaikan pelanggaran yang di Papua dan Papua Barat. "Pembangunan di Papua jalan terus, dan kita melihat Papua sebagai satu kesatuan bagian integrat dari NKRI," tuturnya.

Menjalin Persaudaraan

Lebih lanjut, Mansur mengajak seluruh warga, baik orang asli Papua dan masyarakat pendatang untuk terus menjalin persaudaraan dan mendukung kehidupan masyarakat yang aman.


Mansur menganggap wajar warga pendatang yang ramai-ramai meninggalkan Papua dan kembali ke kampung halamannya. Menurutnya, mereka tentu masih trauma dengan tragedi yang terjadi di Kota Wamena, Jayawijaya.

Dia juga mengatakan dalam waktu Jokowi juga akan melakukan kunjungan ke Wamena dan Jayapura. Namun, ia tak mengetahui pasti kapan waktu kunjungan presiden terpilih itu. Mansur hanya menyebut sebagai kepala negara, Jokowi ingin melihat langsung rakyatnya.

[Gambas:Video CNN] (fra/asa)