"Yang di DKI Jakarta saya cek kemarin belum terima. Biro hukum belum terima," kata Tjahjo kepada wartawan setelah menggelar konferensi pers di kantor KemenPAN-RB, Jakarta, Rabu (30/10).
Sementara itu, terkait dengan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menggugat pemerintah terkait dengan status kepegawaiannya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan pihaknya sudah transparan dalam penyelenggaraan rekrutmen dan seleksi CPNS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Guru honorer Sugianti menggugat Kepala Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) V, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Thahjo Kumolo ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (28/10).
Gugatan diajukan karena dia menduga ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh instansi negara terkait pengangkatan dirinya sebagai PNS.
Namun dia belum menerima Surat Keputusan (SK) penetapan sebagai PNS hingga saat ini, dengan alasan Sugianti sering berpindah tugas.
"Kenapa kami mengkategorikan sebagai perbuatan melawan hukum, ini adalah tindakan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh instansi pemerintah. Dalam hal ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta, bersama dengan BKN," kata kuasa hukum Sugianti, Pitra Romadoni Nasution kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (28/10).
Tim kuasa hukum Sugianti mengatakan kliennya merasa dirugikan secara moril dan materil sebesar Rp5 miliar. Pitra mengacu pada Pasal 1365 KUHPerdata dan Pasal 1371 ayat 2.