Menkominfo: Tak Ada Pembatasan Internet di HUT OPM 1 Desember

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 01:35 WIB
Menkominfo: Tak Ada Pembatasan Internet di HUT OPM 1 Desember Menkominfo Jhonny G Plate memastikan tak ada pembatasan internet menghadapi momen HUT OPM 1 Desember mendatang. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memastikan tak ada pembatasan jaringan internet di Papua bertepatan dengan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), 1 Desember mendatang. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate menyebut pembatasan tak perlu dilakukan selama tak ada kerusuhan.

"Tidak ada (pembatasan internet)," kata Jhony ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).

Menurutnya. selama keadaan masih berlangsung normal, pembatasan internet memang tak perlu dilakukan. Lagi pula, kata dia, selama ini pembatasan jaringan internet yang dilakukan di Papua dan beberapa wilayah rusuh lainnya demi mencegah munculnya informasi-informasi hoaks yang menyebar luas.


Namun demikian, ketika ada kericuhan di Papua bertepatan dengan perayaan hari lahirnya OPM di 1 Desember nanti, kata Jhony, pihaknya tak serta merta akan memblokir internet di wilayah itu. Pemerintah akan lebih dulu mengamankan situasi melalui aparat keamanan.
"Kami monitor saja," katanya

"Kami memonitor percakapannya. Bagaimana kualitas percakapan dan sampai di tingkat mana bahayanya. Dan kami informasikan ke instansi terkait untuk melakukan pencegahannya agar tidak ada sipil disorder, kekacauan di masyarakat," kata dia.

Kominfo pun, kata Jhony, tak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi tanggal 1 Desember nanti. Pemerintah, kata dia selama ini telah memantau seluruh wilayah dan bukan hanya Papua. Pemantauan dilakukan selama 7x24 jam.

"Kami kawal teknologi informasi di Indonesia. Kamu tidur, Kominfo tidak tidur. Supaya apa? untuk menjaga kedaulatan dan kenyamanan masyarakat," kata dia.
[Gambas:Video CNN]

Seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berulang kali mengambil keputusan untuk memblokir internet di Papua. Pemblokiran internet di Papua dan Papua Barat dilakukan pada saat kerusuhan yang terjadi akhir Agustus silam.

Usai beberapa pekan, layanan internet di 13 kabupaten/kota kembali dibuka setelah situasi keamanan dinilai kondusif. Terakhir pada Rabu 11 September sore akhirnya masyarakat Manokwari dan Sorong dapat kembali mengakses data internet.

Sementara itu, layanan internet juga diblokir saat kerusuhan di Wamena. Pemerintah beralasan pembatasan internet dilakukan demi mencegah arus informasi hoaks yang berpotensi menambah potensi gesekan di masyarakat meluas.
(dis/ain)