Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo mengatakan dua area yang diuji coba hari ini adalah wilayah barat meliputi Tomang Raya hingga Kebon Sirih dan wilayah timur yang meliputi Jalan Matraman Raya hingga Jatinegara.
"Kami melakukan uji coba mulai Tomang melintas di fase dua dan satu (Jalan) MH Thamrin kemudian ke Matraman, Jatinegara kemudian balik ke Kendal, total 21km," tutur Syafrin di Jalan Kendal, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Syafrin, jalur sepeda itu bakal resmi diterapkan atau dipermanenkan pada 20 November mendatang.
"Jadi total 63 km (jalur sepeda) per tanggal 20 November itu berlaku efektif sebagai jalur sepeda," ujar Syafrin.
[Gambas:Video CNN]
Meski begitu, kata Syafrin, pihaknya masih tetap meminta masukan dari masyarakat, termasuk komunitas sepeda terkait penerapan jalur sepeda itu.
Masukan itu, lanjutnya, untuk menemukan pola atau model apa yang paling efektif saat penerapan jalur itu sehingga sesuai dengan ekspektasi masyarakat saat nantinya diterapkan.
Sebelumnya, Dishub DKI Jakarta mengusulkan anggaran baru sebesar Rp73 miliar untuk pembangunan jalur sepeda dalam Kebijakan Umum APBD Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2020.
"Mata anggaran selanjutnya pembangunan rekayasa lalu lintas busway Rp69 miliar. Ini adalah pembangunan jalur sepeda. Tahun ini dibangun 63 kilometer dari 500 kilometer," kata Syafrin di DPRD DKI Jakarta, Senin (28/10).
Namun, usulan anggaran itu sempat diperdebatkan oleh anggota Komisi B lantaran jumlahnya yang melonjak tinggi.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang menggalakkan pembangunan jalur sepeda. Anies juga gencar melakukan kampanye naik sepeda ke kantor dan beberapa kali ikut melakukan uji coba jalur sepeda. (dis/ayk)