Nadiem Cerita soal Tawaran Kursi Mendikbud: Pak Jokowi Yakin?

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 17:07 WIB
Pendiri Gojek Nadiem Makarim mengaku sempat mempertanyakan penunjukan sebagai Mendikbud kepada Presiden Jokowi karena dirinya pengusaha bidang teknologi. Nadiem Makarim menyebut alasan utama penunjukannya sebagai Mendikbud adalah kegemarannya dalam pengembangan SDM. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri Gojek Nadiem Makarim mengaku sempat mempertanyakan penunjukan dirinya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kepada Presiden Joko Widodo. Belakangan ia sadar bahwa kegemarannya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) jadi alasannya diberi posisi itu.

Hal itu ia ungkapkan saat dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11).

Awalnya, pimpinan Komisi X sempat bertanya kepada Nadiem mengapa lebih memilih untuk menjadi menteri ketimbang mempertahankan posisinya sebagai bos Gojek.


Mendengar pertanyaan itu, Nadiem sendiri mengaku heran sekaligus terkejut dengan keputusan Jokowi itu.

"Kenapa saya? karena lucu sekali, karena saya juga mempertanyakan juga pada Pak Jokowi waktu beliau meminta, 'Bapak kenapa saya? Yakin?" selorohnya.

Nadiem Curhat Tawaran Kursi Mendikbud: Pak Jokowi Yakin?Presiden Jokowi mengisi sejumlah pos menteri dengan sosok di luar kebiasaan sebelumnya, seperti Mendikbud diisi bukan orang Muhammadiyah, dan Menag, bukan dari Nahdlatul Ulama. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Nadiem lantas bercerita bahwa dirinya kerap kali berbincang dengan Jokowi untuk membahas mengenai peluang dan tantangan Indonesia ketika memasuki era revolusi Industri 4.0.

Meski pembicaraan itu cenderung membahas tentang teknologi, Nadiem mengatakan kesimpulannya tetap pada pengembangan SDM yang mumpuni, yang merupakan faktor penting penggerak inovasi.

"Saya sadar bahwa apa yang bisa kami lakukan di dalam perusahaan saya sebelumnya, dan di seluruh sektor teknologi di Indonesia yang luar biasa perkembangannya, itu sebenarnya bukan teknologi, tapi SDM yang mendukung inovasi itu," kata dia.

Berdasarkan banyak diskusi itu, Nadiem memandang bahwa Jokowi sengaja memilihnya karena memiliki passion di bidang pengembangan SDM.

Setali tiga uang, Nadiem mengatakan dirinya berencana akan membuka 'keran' potensi para pemuda-pemudi Indonesia agar lebih unggul dan inovatif ke depannya.

"Karena bidang saya kerjaannya melakukan inovasi, ya bisa dibilang sehari-hari saya ciptakan ruangan kerja sifatnya inovatif," kata dia, yang merupakan lulusan Harvard Business School itu.

[Gambas:Video CNN]
Ia pun tak ambil pusing dengan kritikan orang lain yang mennaggap dirinya tak mumpuni menangani bidang pendidikan Indonesia. Justru sebaliknya, Nadiem mengaku akan menerima tantangan tersebut meski dinilai orang lain mustahil untuk dilakukannya.

"Secara pribadi saya suka hal rumit dan sulit, banyak orang bilang 'wah enggak mungkin dilakukan', saya paling senang dengar itu. Sebelum membangun perusahaan saya, saya juga dibilang gitu, 'Ini apa? Enggak mungkin', 'terlalu sulit', tapi itu jadi energi buat saya," tuturnya.

Sekolah Lokal

Tak hanya itu, Nadiem pun mengklarifikasi kabar yang menganggap dirinya tak pernah merasakan bangku sekolah di Indonesia. Saat bangku sekolah dasar, ia mengaku sempat mengenyam pendidikan di SD Al Azhar Pondok Labu.

"Jadi saya sudah mencicipi kurikulum nasional, tapi juga pernah mencicipi kurikulum di luar negeri, baik di Australia, Singapura bahkan Inggris. Jadi saya punya perbandingan, bahwa enggak semua di luar [negeri] baik, enggak semua di dalam [negeri] buruk," kata dia.

Sebelumnya, Fahmi Salim, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, mengatakan pemilihan Nadiem sebagai Mendikbud seolah ingin melupakan sejarah bangsa sekaligus terkesan menganggap sumbangsih Muhammadiyah tidak ada apa-apanya dibandingkan Gojek.

Selain itu, sejumlah pihak menyoroti latar belakang Nadiem yang tak pernah mengenyam pendidikan di dalam negeri.

(rzr/arh)