Polisi Selidiki Cairan Kimia Lukai Siswi SMP di Kebon Jeruk

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 20:44 WIB
Anggota Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tengah menyelidiki kasus orang tak dikenal yang menyiram cairan kimia hingga melukai dua siswi SMP. Ilustrasi penyelidikan cairan kimia. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tengah kasus orang tak dikenal yang menyiram cairan kimia sehingga melukai dua siswi sekolah menengah pertama (SMP).

Kapolsek Kebon Jeruk, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Erick Sitepu menegaskan cairan yang melukai dua siswi SMP bukanlah air keras. Sampel cairan tersebut ke pusat laboratorium dan forensik (Puslabfor) Polri untuk diteliti lebih lanjut.

"Klarifikasi ya bukan air keras tapi cairan kimia. Sampel barang buktinya sudah dibawa ke labfor untuk dianalisa," kata Erick, Rabu (6/11) seperti dilansir Antara.


Selain menganalisa cairan yang membuat dua siswi SMP mengalami luka bakar, Erick mengatakan saat ini pihaknya masih memburu keberadaan pelaku.

Sejumlah saksi termasuk kedua korban juga sudah dimintai keterangan.

"Semoga cepat tertangkap pelakunya," kata Erick.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, dua siswi SMP menjadi korban penyiraman penyiraman air keras orang tak dikenal di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, saat pulang sekolah.

Penyiraman cairan kimia tersebut mengakibatkan korban yakni Aurel luka bakar di bagian bahu, tangan dan badan. Aurel tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Kebon Jeruk, Jakarta. Sedangkan korban lainnya Prameswari mengalami ringan pada bagian tangan.


Prameswari menceritakan kronologi peristiwa yang terjadi pada Selasa sore (5/11) saat dia dan Aurel pulang sekolah. Prameswari mengatakan dia dan Aurel telah turun dari angkot, kemudian berjalan ke arah Jalan Jeruk Manis menuju rumah.

"Ada orang naik motor pakai baju abu-abu bawa gelas plastik yang isinya enggak tahu air apa. Tahu-tahu dia mepet kita dan menyiram," kata Prameswari.

Setelah menyiram cairan, Prameswari menyebut pelaku sempat mengambil kembali gelas tersebut sebelum melarikan diri. Korban pun menduga awalnya hanya disiram air biasa, karena belum ada efek yang ditimbulkan.

"Setelah itu kaya merasa kering, terus kebakar kaya kena cairan lilin panas, kulit jadi kaku," kata dia.

Prameswari mengatakan, ia dan rekannya sama sekali tak mengenali pelaku. (Antara/kid)