Kasus 5 Anak Anjing Disiram Air Panas oleh Ipar Dipolisikan

CNN Indonesia | Selasa, 05/11/2019 21:29 WIB
Kasus 5 Anak Anjing Disiram Air Panas oleh Ipar Dipolisikan Ilustrasi anak anjing. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aksi penyiraman air panas ke lima anak anjing dan satu induk anjing di Jakarta Pusat dilaporkan yayasan pemerhati hewan ke kepolisian.

"Iya kami sudah terima laporannya, sedang kami selidiki," ujar Kepala Unit Kriminal Umum Polres Jakarta Pusat AKP Suminto, Selasa (5/11) seperti dilansir Antara.

Laporan dugaan penganiayaan enam ekor anjing itu teregistrasi dengan nomor 2034/K/XI/2019/RESTRO JAKPUS.


Berdasarkan laporan yang diajukan Natha Satwa Indonesia, pemilik anjing yakni Jelli mengaku hewan-hewan peliharaan disiram anggota keluarga yang berstatus kakak ipar dan tinggal dalam satu atap yang sama.

Sementara itu sebelumnya Direktur Operasional Natha Satwa Nusantara Anissa Ratnakurnia berharap polisi segera melakukan pengusutan dan dapat memberikan pelajaran terhadap pelaku penyiraman air panas ke enam anjing tersebut.

Meski pemilik anjing bilang pelakunya sudah menyesal, tapi aturan hukum yang benar harus tetap berjalan.

"Sekarang bisa saja korbannya anjing tapi bisa pelakunya melakukan hal yang sama dengan korban yang lain," kata Anissa.

Sebelumnya, lewat unggahan yang viral dari akun instagram @nathasatwanusantara pada Minggu (3/11) yayasan itu mendapatkan laporan mengenai anak-anak anjing yang diduga disiram air panas, dan pemiliknya meminta pertolongan biaya untuk dibawa ke klinik hewan.

Saat relawan Natha Satwa Nusantara mengecek kondisi anjing-anjing itu terlihat ada enam ekor anjing, yaitu dengan rincian lima ekor anak anjing dan satu ekor induk anjing yang sudah dalam keadaan lemas akibat penyiraman itu.

Enam ekor anjing itu terlihat memiliki luka bakar di sekujur tubuhnya. Setelah dilakukan pemeriksaan dokter hewan ditemukan lidah seluruh anak anjing itu mengalami pecah-pecah. 

Diduga bukan hanya air panas yang disiramkan pelaku terhadap keenam anjing itu, namun juga berupa cairan kimia.

Hingga saat ini dalam unggahan terbarunya @nathasatwanusantara, diketahui lima anak anjing harus meregang nyawa meski sudah mendapatkan perawatan medis. Tersisa satu anjing yang merupakan induk dari enam anjing yang menjadi korban penyiraman cairan dan saat ini dalam keadaan kritis.

Sementara itu pemilik enam anjing itu, Jelli, mengaku trauma setelah kejadian itu menimpa hewan kesayangannya.

"Jujur saya trauma, saya ini kerja sebagai pembuat kue basah. Enggak pernah saya tolak kerjaan tapi karena kejadian ini saya berhenti dua hari," kata pemilik enam anjing itu di Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Selasa.


Jelli mengaku beberapa hari ini sering tiba-tiba menangis mengingat penyiraman yang dilakukan kakak iparnya terhadap anjing-anjingnya. Ia terpukul mengingat kondisi kulit anjing- anjing berukuran mungil itu terkelupas perlahan dan induknya mengeluarkan busa dari mulutnya.

"Waktu saya perhatikan lebih dekat, Messi [induk anjing] sudah berbusa mulutnya mungkin karena menjilati tubuh anak- anaknya. Saya enggak mengira kejadian ini, pilu tiap ingat itu," kata dia.

Dia mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu (3/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, akunya, ia bangun tidur saat mendengar lolongan lima anak anjing peliharaannya.

Ia berlari dan mengecek kondisi anjingnya yang terlihat menangis kesakitan dengan kondisi kulitnya mulai melepuh.

[Gambas:Video CNN]
Sang pemilik lalu bertanya kepada pelaku yang mencuci tangan di dekat kandang anjing tentang apa yang terjadi pada anjing-anjingnya. Namun, pelaku hanya terkekeh dan mengatakan menyiram anjing-anjing itu dengan air.

"Dia malah cekikikan, dia bilang saya cuma siram air," kata sang pemelihara anjing sambil menahan air mata mengingat kejadian pilu itu.

Jelli mengatakan pelaku penyiraman yang merupakan kakak iparnya memiliki indikasi gangguan kejiwaan.

"Dia suka terlihat agak berbeda dari orang normal, kadang suka bicara sendiri sambil jalan. Suka bolak-balik ke dapur untuk main air kalau di rumah," kata Jelli.

(Antara/kid)