Kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp127,4 triliun yang bersumber dari APBN 2020.
Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan, Bondan Tiara Sofyan menyebut besarnya anggaran yang diterima Kementerian Pertahanan dalam pengalokasian APBN 2020 ini bisa terjadi lantaran ada kenaikan tunjangan bagi pegawai di bawah naungan institusinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita alokasikan 40 persen itu adalah gaji yah, karena kan total kita kurang lebih 450 ribu PNS, jadi memang itu gaji itu menjadi besar kenapa karena pada tahun ini kan tunkin dinaikan, tunjangan kinerja naik dua kalilipat," kata Bondan di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (7/11).
"Tahun ini sekitar 30 persen sebenarnya beban untuk gaji tapi tahun depan naik 40 persen karena kenaikan itu," katanya.
Selain alokasi 40 persen untuk gaji, dana APBN sebesar Rp127,4 triliun per 2020 nanti juga digunakan untuk pembelanjaan barang dan biaya opersional sebesar 30 persen.
Sisanya, sekitar 30 persen lainnya baru digunakan untuk modal pembelian barang baik dari luar maupun dalam negeri. Dari situ pulalah anggaran untuk riset diambil.
"Kalau untuk riset memang masih sangat kecil ya saya kira, anggaran riset dan pertahanan tersebut," kata dia.