Hal itu ia sampaikan untuk merespons sindiran Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Surya Paloh lebih cerah usai bertemu dengan Sohibul Iman dalam acara HUT Golkar semalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Jokowi ingin menyampaikan bahwa kita masih bersama-sama ini sampai 2024," kata dia.
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, 30 Oktober 2019. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari) |
"Ini sebenarnya bisa dijelaskan oleh pak Surya Paloh. sebenarnya apakah yang beliau inginkan, sebenarnya?" Kata dia.
Selain itu, Eriko enggan menduga sikap Paloh yang bertemu dengan PKS itu akibat tak mendapatkan posisi Jaksa Agung di Kabinet Indonesia Maju.
Eriko hanya menyarankan agar masyarakat membiarkan Jokowi untuk membiarkan para menterinya untuk membuktikan kinerjanya usai dilantik.
"Mari kita berprasangka positif, berikan kesempatan nanti kan Bapak Presiden akan mengevaluasi kabinetnya seperti apa, ini yang kita tunggu nanti seperti apa tindak lanjut dari rekan-rekan kita yang ada di kabinet," kata Eriko.
[Gambas:Video CNN]
"Tidak usah menduga-duga seperti yang saya sampaikan, kan bisa saja misalnya adik saya jadi profesional di suatu tempat terus dikaitkan dengan saya, kan tidak fair," sambung Eriko menambahkan terkait ST Burhanuddin.
Sebelumnya, Jokowi menyebut Paloh tampak lebih cerah dari biasanya setelah bertemu dengan Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta.
Jokowi menyinggung wajah Paloh cerah setelah berangkulan dengan Sohibul usai pertemuan. Mantan gubernur DKI Jakarta itu tak tahu makna dari rangkulan mereka berdua. Namun, Jokowi menyebut rangkulannya tak seperti biasa.
"Tidak pernah saya dirangkul oleh Bang Surya seerat dengan Pak Sohibul Iman," ujarnya.
(rzr/arh)
