Puan: Hubungan Megawati-Paloh Tak Pernah Renggang

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 12:07 WIB
Puan: Hubungan Megawati-Paloh Tak Pernah Renggang Ketua DPR Puan Maharani dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengatakan hubungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh tidak pernah renggang.

Menurutnya, hubungan Megawati dengan Surya akrab. Kalau pun terjadi dinamika, kata dia, wajar.

"Enggak pernah ada kerenggangan. Kalau politik ada dinamika, biasa-biasa saja," kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (12/11).


Dia menerangkan keakraban tersebut bisa dilihat dari cara Surya menyambut Megawati di acara penutupan Kongres II Partai NasDem pada Senin (11/11).
Menurutnya, sambutan Surya terhadap Megawati itu menunjukkan bahwa hubungan antara dua tokoh politik nasional itu terjalin dengan rukun.

"Megawati senyum-senyum salaman. Waktu Megawati dan saya hadir. Surya juga menyambut bareng di depan pintu, kita naik lift bareng-bareng. Semuanya biasa-biasa saja dan ini menunjukkan kami tetap akur, kami rukun," kata Ketua DPR RI itu.

Lebih dari itu, Puan mengatakan PDIP dengan NasDem masih solid, akur, dan masih mau bersama-sama dalam koalisi pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurutnya, bila salah satu dari anggota koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf melakukan sebuah langkah yang mengejutkan maka hal tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan partai politik.

Sebelumnya, Jokowi membantah anggapan partai politik koalisi pemerintah tak rukun. Terlebih, kata Jokowi, Surya sudah menyampaikan sayang terhadap Megawati.

[Gambas:Video CNN]

Hal itu Jokowi sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-8 NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (11/11) malam.

Awalnya Jokowi menyinggung soal rangkulan Surya dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Masalah rangkulan yang sempat diungkit saat di acara HUT ke-55 Golkar itu, kata Jokowi, hanya masalah kecemburuan semata. Ia mengaku tak pernah dipeluk erat oleh Paloh.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan tak ada yang salah dengan rangkulan Paloh dengan Sohibul. Apalagi, menurut Jokowi, jika rangkulan itu untuk kepentingan serta kebaikan bangsa dan negara.

"Kalau rangkulan itu untuk komitmen persaudaraan, untuk komitmen kerukunan, untuk komitmen persatuan, persaudaraan sebangsa setanah air, apa yang keliru, apa yang salah? itu bagus sekali," ujarnya.

Jokowi mengaku dirinya hanya bercanda dengan Paloh ketika mengungkit rangkulan dengan Sohibul--yang notabene pimpinan partai di luar koalisi pemerintah. Ia pun meminta semua pihak tak menanggapi candaannya itu sebagai hal yang serius.
(mts/ugo)