Kuasa Hukum Rizieq: Bermasalah di Arab, Kok Tak Dideportasi?

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 08:44 WIB
Kuasa Hukum Rizieq: Bermasalah di Arab, Kok Tak Dideportasi? Tokoh FPI Rizieq Shihab. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Pawiro mempertanyakan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan bahwa Rizieq bermasalah dengan pemerintah Arab Saudi. Sebab, kata Mahfud, pemerintah Indonesia tidak pernah mencekal pemimpin Front Pembela Islam (FPI).

"Kalau bermasalah, ngapain repot, Saudi kan bisa deportasi, paling langsung deportasi saja, kok, kenapa ini tidak dilakukan?" kata Sugito kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/11).

Menurut Sugito, logika yang digunakan oleh Mahfud MD keliru. Dikatakan Sugito, Rizieq dicekal atas permintaan penyidik umum kantor Intelijen Saudi dengan alasan keamanan.


"Apa urusannya intelijen Saudi, kalau tidak dapat bahan dari Jakarta," kata Sugito.
Sugito tidak menyebut secara rinci insitusi "Jakarta" yang dikatakannya. Dia hanya bilang bahwa institusi di Jakarta itu sebagai "Institusi Besar".

Rizieq pernah berupaya keluar dari Arab Saudi, namun dicekal. Berdasarkan informasi yang diterima dari Sugito, tercatat Rizieq pernah mencoba keluar Arab Saudi pada 8 Juli 2018, 12 Juli 2018 dan 19 Juli 2018. Kemudian, Visa Bisnis Multiple Rizieq habis masa berlakunya pada 20 Juli 2018. Status Rizieq pun Overstay hingga sekarang.

Sementara, Kedutaan Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyatakan belum menerima informasi dari Riyadh bahwa pemerintah Indonesia telah meminta pencekalan terhadap Rizieq Shihab.

Pernyataan itu diutarakan Kepala Bagian Media dan Pers Kedubes Saudi di Jakarta, Fawaz Abdullah Althaymin ketika dimintai konfirmasi mengenai klaim Rizieq yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia telah meminta Saudi mencegahnya pulang ke Indonesia.

"Kami belum menerima informasi resmi apapun terkait hal itu," kata Fawaz kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (11/11).

Sebelumnya, Rizieq juga pernah menunjukkan bukti yang diklaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia melalui siaran video di akun Youtube Font TV. Dia mengklaim pencekalannya tidak berkaitan dengan kasus pidana apapun, melainkan ada orang berkepentingan di balik pencekalan yang resah dengan kepulangannya.
[Gambas:Video CNN]
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan akan mempelajari polemik keberadaan Rizieq Shihab di Arab Saudi. Melalui Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri, Badan Intelijen Negara, dan Presiden Joko Widodo secara khusus untuk membahas hal tersebut.

Dahnil mengatakan Prabowo ingin melihat perspektif dari pihak pemerintah terkait hal-hal yang berkaitan dengan Rizieq. Dia juga akan melakukan pembicaraan secara khusus dengan Pemerintah Arab Saudi.

"Tadi Pak Menhan sampaikan beliau akan pelajari dan beliau juga akan berdiskusi dengan Pak Presiden Jokowi," kata Dahnil.