Mahfud Sebut Tak Ada Pencekalan Rizieq Sejak Menteri Wiranto

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 19:15 WIB
Mahfud Sebut Tak Ada Pencekalan Rizieq Sejak Menteri Wiranto Menko Polhukam Mahfud MD meminta Rizieq Shihab mengirimkan bukti surat pencekalan agar menjernihkan persoalan yang sebenarnya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menunjukkan surat pencekalan yang telah diperlihatkan dalam akun Youtube Font TV. Mahfud ingin melihat langsung surat tersebut.

"Kirimkan saja ke saya, bisa fotokopi-nya, kan gampang. Apakah itu hanya berita di koran yang kemudian dianggap kebijakan. Kita kan enggak bisa menanggapi sesuatu yang tidak jelas. Kalau ada, kirim ke saya, nanti kita lihat," kata Mahfud di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (11/11).

Mahfud menegaskan pihaknya belum pernah melihat surat pencekalan yang diklaim Rizieq. Ia menyatakan sejak era Menko Polhukam Wiranto juga tak pernah mengetahui keberadaan surat pencekalan yang diklaim Rizieq itu.

"Enggak ada. Tanya semua ke menteri-menteri terkait pernah dengar enggak, enggak ada. Kalau ada, terus terang saja," ujarnya.


Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga tak ambil pusing dengan tudingan yang menyebut pemerintah tak menghendaki kepulangan Rizieq. Mahfud hanya ingin melihat surat pencekalan yang diklaim Rizieq tersebut.

"Ya selalu begitu pernyataannya. Biarin aja. Terus mau apa kalau memang pernyataan itu saya ga perlu menanggapi juga. Saya mau lihat faktanya saja," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]

Rizieq sebelumnya menunjukkan bukti yang diklaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia melalui siaran video di akun Youtube Font TV. Surat pencekalan itu ditunjukkan Rizieq untuk mengungkap alasannya tidak bisa pulang ke Indonesia. Dia mengklaim pencekalannya tidak berkaitan dengan kasus pidana apapun.

Rizieq dalam video tersebut mengharapkan publik tidak mengasumsikan keberadaannya di Saudi karena masih ketakutan untuk pulang. Justru, kata dia, ada orang berkepentingan di balik pencekalan yang resah dengan kepulangannya.
(fra/gil)