PAN Minta Pemerintah Tak Berlarut-larut soal Rizieq Shihab

CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 17:43 WIB
PAN Minta Pemerintah Tak Berlarut-larut soal Rizieq Shihab Wasekjen PAN Saleh Daulay. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay meminta pemerintah membuka diri dan segera menyelesaikan atau meluruskan kabar pencekalan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh membuat kabar pencekalan Rizieq menjadi berlarut-larut.

"Kita berharap pemerintah membuka diri untuk menyelesaikan masalah ini. Sehingga ini tidak berlarut larut," kata Saleh kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (12/11).


Pemerintah, kata Saleh, harus bisa meluruskan kabar pencekalan Rizieq secara arif bijaksana.

"Tolong diurus sehingga tidak jadi muncul berita yang tidak mengenakkan yang menurut saya tidak positif berkembang di masyarakat," ucapnya.

Persoalan kepulangan Rizieq ke Indonesia setelah berada di Arab Saudi sejak akhir April 2017 kembali mencuat beberapa hari ini.

Sebelumnya, Rizieq menunjukkan bukti yang diklaim sebagai surat pencekalan dari pemerintah Indonesia melalui siaran video di akun Youtube Front TV.

Surat pencekalan itu ditunjukkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) untuk mengungkap alasannya tidak bisa pulang ke Indonesia. Dia mengklaim pencekalannya tidak berkaitan dengan kasus pidana apapun.

Rizieq dalam video tersebut mengharapkan publik tidak mengasumsikan keberadaannya yang masih berada di Arab Saudi karena masih ketakutan untuk pulang. Justru, kata dia, ada orang berkepentingan di balik pencekalan yang resah dengan kepulangannya.

Namun, klaim Rizieq yang pernah menjadi tersangka kasus dugaan konten pornografi itu dibantah pejabat pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan tak pernah melihat surat pencekalan yang diklaim Rizieq. Mahfud pun meminta Rizieq menunjukkan surat itu kepada dirinya.

Soal Rizieq itu pun menjadi bahasan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi siang ini. Rapat tersebut digelar secara tertutup di ruang rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

[Gambas:Video CNN]
Setelahnya, Retno menolak memberikan komentar kepada wartawan soal bahasan rapat terkait Rizieq tersebut. Dalih Retno, itu dibahas secara tertutup bersama Komisi I DPR RI.

"Di dalam, tapi tertutup, jadi saya tidak komentar saya. Tidak komentar," kata Retno kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (12/11).

Walaupun begitu, Retno mengatakan Rizieq saat ini diketahui masih memegang paspor RI.

(mts/kid)